A.
Definisi Anak Tunaganda
Anak tunaganda adalah anak yang
memiliki kombinasi kelainan (baik dua jenis kelainan atau lebih) yang
menyebabkan adanya masalah pendidikan yang serius, sehingga dia tidak hanya
dapat diatasi dengan suatu program pendidikan khusus untuk satu kelainan saja,
melaiankan harus didekati dengan variasi program pendidikan sesuai kelainan
yang dimiliki.
Menurut Departemen Amerika Serikat,
anak-anak yang tergolong tunaganda adalah anak-anak yang mempunnyai
masalah-masalah jasmani, mental, atau emosional yang sangat berat atau
kombinasi dari beberapa masalah tersebut sehingga agar potensi mereka dapat
berkembang secara maksimal memerlukan pelayanan pendidiikan sosial, psikology,
dan medis yang melebihi pelayanan program pendidikan luar biasa secara umum.
Menurut Johnston dan Magrab,
Tunaganda adalah mereka yang mempunyai kelainan perkembangan mencangkup
kelompok yang memiliki hambatan-hambatan perkembangan neorologis yang disebabkan
oleh satu atau dua kombinasi kelainan dalam kemampuan seperti intelegensi,
gerak, bahasa atau hubungan pribadi masyarakat.
Definisi anak tuna ganda menurut
beberapa ahli :
1.
Menurut
Johnston dan Magrab 1976 : 7
Tuna
ganda adalah mereka yang mempunyai kelainan perkembangan mencakup kelompok yang
mempunyai hambatan-hambatan perkembangan neorologis yang disebabkan oleh satu
atau dua kombinasi kelainan dalam kemampuan seperti intelegensi, gerak, bahasa
atau hubungan pribadi di masyarakat.
2.
Menurut hukum
di Amerika berdasarkan PL. 94-103
Anak-anak yang tergolong tunaganda adalah anak-anak yang mempunnyai
masalah-masalah jasmani, mental, atau emosional yang sangat berat atau
kombinasi dari beberapa masalah tersebut sehingga agar potensi mereka dapat
berkembang secara maksimal memerlukan pelayanan pendidiikan sosial, psikology,
dan medis yang melebihi pelayanan program pendidikan luar biasa secara umum.
Definisi kelainan perkembangan secara ganda diperjelas antara lain:
a.
Mereka yang dikelompok
ke dalam kelainan ganda antara lain tuna grahita, cerebral palsy, epilepsy.
b.
Mereka yang
termasuk mempunyai kondisi lain yang bertendensi ke arah kelainan tuna grahita
dengan kondisi-kondisi kelainan fungsi secara menyeluruh.
c.
Dimulai sebelum
berumur 18 tahun.
d.
Kelainan
terjadi secara terus menerus.
e.
Kelainan ganda
merupakan kelainan substansi kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal
dalam masyarakat.
3.
Menurut Walker
1975
Tuna ganda
adalah :
a.
Seseorang
dengan 2 hambatan masing-masing memerlukan layanan pendidikan khusus.
b.
Seseorang
dengan hambatan-hambatan ganda memerlukan layanan teknologi.
c.
Seseorang
dengan hambatan-hambatan ganda memerlukan modifikasi metode secara khusus.
4.
Pengertian anak
tuna ganda
Tuna ganda
adalah anak-anak yang mempunyai masalah-masalah jasmani,mental atau emosional
yang sangat berat atau kombinasi dari berbagai masalah, memerlukan pelayanan
pendidikan,sosial, psikologis dan medik yang melebihi pelayanan program
pendidikan luar biasa reguler,agar potensi mereka dapat berkembang secara
maksimal sehingga berguna dalam partisipasi di masyarakat dan dapat memenuhi
kebutuhan sendiri.
B.
Klasifikasi tunaganda
Dari sekian banyak kemungkinan
kombinasi kelainan, ada beberapa kombinasi yang paling sering muncul
dibandingkan kombinasi kelainan-kelainan yang lainnya, yaitu:
1. Kelainan Utama Adalah
Tunagrahita
a. Tunagrahita dan cerbral palsy Ada
suatu kecenderungan untuk mengasumsikan bahwa anak-anak cerbral palsy (CP)
adalah anak-anak tunagrahita. Apapun penyebabnya, baik karena genetik atau
factor lingkungan sehingga terjadi adanya kerusakan pada sistem saraf pusat
dapat menyebabkan rusaknya cerbral cortex sehingga menimbulkan tunagrahita.
Namun demikian, hubungan tersebut tidak berlaku secara umum. Sebagai contoh,
hasil-hasil penelitian yang dilakukan Holdman dan Freedheim terhadap seribu
kasus klinik mediknya, hanya dijumpai 59% dari anak-anak CP yang dites adalah
anak-anak tunagrahita (Kirk dan Gallagher, 1988). Hopkins, Bice, dan Colton
mendapatkan bahwa 49 % dari 992 anak CP yang dites adalah anak tunagrahita.
Sementara itu, Stephen dan Hawks memperkirakan bahwa antara 40-60% dari anak CP
adalah anak tunagrahita.
b. Kombinasi Tunagrahita dan Tunarungu
Anak-anak tunarungu mengalami berbagai masalah dalam perkembangan bahasa dan
komunikasi. Sementara itu, anak-anak tunagrahita akan mengalami kelambanan dan
keterlambatan dalam belajar. Pada anak tunaganda, bias saja terjadi anak
tersebut mengalami tunagrahita yang sekaligus tunarungu. Anak-anak yang
demikian, mengalami gangguan pendengaran, memiliki fungsi intelektual di bawah
rata-rata dan mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya.
Dengan demikian, adanya kombinasi dari ketiga keadaan tersebut menyebabkan
anak-anak tunaganda memerlukan pelayanan yang lebih banyak daripada anak-anak
yang mengalami tunagrahita atau tunarungu saja. Diperkirakan bahwa antara
10%-15% anak di sekolah tunagrahita adalah anak-anak yang mengalami gangguan
pendengaran dan dalam persentase yang sama anak-anak di sekolah tunarungu
adalah anak-anak tunagrahita.
c. Kombinasi Tunagrahita dan
Masalah-masalah Perilaku Telah diketahui bahwa terdapat hubungan antara
tunagrahita dengan gangguan emosional. Anak-anak yang mengalami tunagrahita
berat ada kemungkinan besar juga memiliki gangguan emosional. Yang tidak
diketahui adalah banyaknya anak secara pasti yang menampakkan kedua kelainan
tersebut bersama-sama. Ada gejala-gejala bahwa tunagrahita yang cukup kuat dan
nyata yang menyertai atau bersama-sama dengan gangguan emosional cenderung untuk
diabaikan atau dikesampingkan. Ini berarti bahwa bagi anak-anak retardasi
mental, mereka tidak disarankan untuk memperoleh pelayanan psikoterapi ataupun
terapi perilaku, padahal perilaku-perilaku yang aneh pada anak adalah merupakan
gejala tunagrahita berat atau yang sangat berat .
2. Kelainan Utama Adalah Gangguan
Perilaku
a. Autisme Autisme adalah suatu istilah
atau nama yang digunakan untuk menggambarkan perilaku yang aneh atau ganjil dan
kelambatan perkembangan sosial dan komunikasi yang berat.(Krik&Gallagher,1986:p
427). Anak yang mengalami autisme sulit melakukan kontak mata dengan orang lain
sehingga memberikan kesan tidak peduli terhadap orang di sekitarnya. Kelainan
utama pada anak autistik adalah dalam hal komunikasi verbal. Mereka sering
mengulang kata-kata (echolalia) dan melakukan perbuatan yang selalu sama, rutin
dan dalam pola yang tertentu dan teratur.
b. Kombinasi Gangguan Perilaku dan
Pendengaran Althshuler memperkirakan bahwa antara satu sampai dengan tiga dari
10 anak tunarungu anak anak yang memiliki masalah emosional. Para ahli yang
konsisten memberikan pelayanan kepada anak-anak yang mempunyai gangguan
emosional dan yang sekaligus tuli, cenderung memakai klasifikasi kondisi
anak-anak itu sebagai kondisi yang ringan, sedang dan berat. Anak-anak yang
termasuk kondisi berat telah mereka pindahkan dari sekolah-sekolah untuk anak
tunarungu karena guru-guru mereka merasa`tidak mampu menangani perilakunya yang
aneh.
3. Kelainan Utama Tunarungu dan
Tunanetra Apabila satu dari dua lelainan utama itu yang menyebabkan anak
mengalami gangguan, maka dalam memberikan pelayanan pendidikan, indra yang
masih baik kondisinya memperoleh perhatian utama untuk difungsikan.
Bagi
anak yang tuli, maka saluran penglihatan digunakan untuk membentuk sistem
komunikasi berdasarkan isyarat, ejaan jari dan membaca bibir. Bagi anak yang
mengalami gangguan penglihatan (buta), maka program pendidikan dikompensasikan
melalui alat pendengaran. Anak buta-tuli adalah seorang anak yang memiliki
gangguan penglihatan dan pendengaran, suatu gabungan yang menyebabkan problema
komunikasi dan problema perkembangan pendidikan lainnya yang berat sehingga
tidak dapat diberikan program pelayanan pendidikan baik di sekolah yang
melayani untuk anak-anak tuli maupun di sekolah yang melayani untuk anak-anak
buta. Namun demikian, bukan berarti anak buta-tuli harus dirampas haknya untuk
mendapatkan layan pendidikan.
Dengan
penangan yang baik dan tepat, anak-anak buta-tuli masih bisa dididik dan
berhasil. Anak-anak yang tergolong tunaganda seringkali memiliki
kombinasi-kombinasi ketidakmampuan yang tampak nyata maupun yang tidak begitu
nyata dan keduanya memerlukan penambahan-penambahan atau
penyesuaian-penyesuaian khusus dalam pendidikan mereka. Melalui program
pengajaran yang sesuaiakan memungkinkan mereka dapat melakukan
kegiatan-kegiatan yang berguna, bermakna, dan memuaskan pribadinya.
C. Penyebab Tuna Ganda
a. Faktor biologis yang dapat terjadi
sebelum,selama atau sesudah kelahiran. Anak yang tergolong tunaganda lahir
dengan ketidaknormalan kromosom terjadi seperti pada down syndrome atau lahir
dengan kelainan genetik atau metabolik yang dapat menyebabkan masalah-masalah
berat dalam perkembangan fisik atau intelektual anak, komplikasi-komplikasi
pada masa anak dalam kandungan termasuk kelahiran permatur, ketidakcocokan Rh
dan infeksi yang diderita oleh ibu
b. Kerusakan pada otak dan terkena
virus Rubella, mengidap sakit yang tak ditangani serius pada waktu kecil, ada
juga yang karena jatuh waktu kecil dan menyebabkan kerusakan saraf.
c. Seorang ibu yang bergizi rendah pada
saat mengandung atau terlalu banyak obat-obatan atau alkohol.
d. Pengguguran kandungan, namun
ternyata usahanya gagal dan anaknya terlahir cacat ganda. Pada umumnya,
anak-anak yang tergolong tunaganda sering dapat diidentifikasikan pada saat
atau tidak lama setelah kelahiran.
e. Bayi yang terserang kekurangan
oksigen dan luka pada otak dalam proses kelahiran, dalam perkembangan hidupnya
mengalami cacat berat karena pada kepalanya mengalami kecelakaan kendaraan,
jatuh, pukulan atau siksaan, pemberian nutrisi yang salah, anak yang tidak
dirawat dengan baik, keracunan atau karena penyakit tertentu yang dapat
berpengaruh terhadap otak (seperti meningitas dan encephalitis ).
Factor-faktor yang menyebabkan tunaganda :
a. Faktor Prenatal :
Ketidak
normalan kromosom komplikasi-komplikasi pada anak dalam kandungan
ketidakcocokan Rh infeksi pada ibu, kekurangan gizi ibu yang sedang mengadung,
serta terlalu banyak menkonsumsi obat dan alkohol.
b. Faktor Natal :
Kelahiran
prematur kekurangan oksigen pada saat kelahiran luka pada otak saat kelahiran.
c. Faktor natal :
Kepala
mengalami kecelakaan kendaraan, jatuh dan mendapat pukulan atau siksaan
d. Nutrisi yang salah :
Anak tidak
dirawat dengan baik, keracunan makanan atau penyakit tertentu yang sama, sehingga
dapat berpengaruh terhadap otak (meningitis atau encephalities).
D.
Ciri-ciri
Perilaku Anak Tunaganda Secara Umum dan Khusus
Ciri-ciri anak tunaganda dibagi
menjadi 2, yaitu ciri-ciri secara umum dan khusus.
1. Ciri-ciri
secara umum
·
Kurang komunikasi atau sama sekali tidak dapat berkomunikasi
·
Perkembangan motorik dan fisiknya terlambat
·
Seringkali menunjukan perilaku yang aneh dan tidak bertujuan
·
Kurang dalam keterampilan menolong diri sendiri
·
Jarang berperilaku dan berinteraksi yang sifatnya kostruktif
·
Kecenderungan lupa akan keterampilan yang sudah
dikuasai
·
Memiliki masalah dalam megeneralisasikan keterampilan dari
suatu situasi ke situasi lainnya.
2. Ciri-ciri
secara khusus
·
Memiliki ketunaan lebih dari satu jenis. Misal : tunanetra dan
tunagrahita, tunanetra dan tunagrahita, tunanetra dan tunarungu-wicara,
tunanetra dan tunadaksa dan tunagrahita, dll
·
Ketidakmampuan anak akan semakin parah atau semakin banyak
bila tidak cepat mendapatkan bantuan. Hal ini disebabkan kegandaannya yang tidak
cepat mendapatkan bantuan
·
Sulit untuk mengadakan evaluasi karena keragaman
kegandaannya
·
Membutuhkan instruksi atau pemberitahuan yang sangat
terperinci
·
Tidak menyamaratakan pendidikan tunaganda yang satu dengan
yang lain walau mempunyai kegandaan yang sama.
E. Layanan Pendidikan Tunaganda
Layanan
Pendidikan Gangguan Penglihatan dengan Gangguan Intelektual.
Pendekatan
layanan pendidikan bagi anak tunagrahita dengan tunanetra lebih diarahkan pada
pendekatan individual dan pendekatan remediatif. Pendekatan individual
didasarkan pada assessment kemampuan untuk mengembangkan sisa potensi yang ada
dalam dirinya. Tujuan utama layanan pendidikan bagi anak tunagrahita adalah
penguasaan kemampuan aktivitas kehidupan sehari-hari dalam mengelola diri
sendiri. Untuk mencapai itu perlu pembelajaran mengurus diri sendiri dan
pengembangan keterampilan vocational terbatas sesuai dengan kemampuannya.
Layanan pendidikan khusus bagi anak tunagrahita meliputi latihan sensomotorik,
terapi bermain dan okupasi, dan latihan mengurus diri sendiri. Pendekatan
pembelajaran dilakukan secara individu dan remediatif. Perkembangan kemampuan
anak berdasarkan tingkat kemampuan kognitifnya. Anak yang ber IQ 55-70 berbeda
dengan anak yang ber IQ 35-55. Pelayanan pendidikan untuk anak tunagrahita
terfokus pada :
ü Pengenalan
terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan
ü Sensorimotor
dan persepsi
ü Motorik
kasar dan ambulasi (pindah dari satu tempat ke tempat yang lain)
ü Kemampuan
berbahasa dan komunikasi
ü Bina diri
dan kemampuan sosial
Alat pendidikan
bagi tunanetra terdiri dari : Alat pendidikan khusus, alat bantu peraga dan
alat peraga.
1. Alat
pendidikan khusus :
a. Reglet dan
pena
b. Mesin tik
Braille
c. Printer
Braille
d. Abacus
2. Alat bantu
:
a. Alat bantu
perabaan (buku-buku, air hangat/dingin, batu, dan sebagainya)
b. Alat bantu
pendengaran ( kaset, CD, talking books)
3. Alat bantu
peraga
a. Patung
hewan
b. Patung
tubuh manusia
c. Peta
timbul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar