Senin, 14 November 2016

Teori antrian

Antrian merupakan suatu kegiatan yang sering dilakukan dalam kehidupan manusia sehari-hari tanpa. Seperti Seorang mahasiswa menunggu untuk pembayaran spp, penumpang kereta api menunggu di depan loket kereta api untuk mendapatkan tiket kereta api, menunggu giliran untuk mengisi bensin di SPB, menungu giliran pembayaran ke kasir supermarket, menunggu giliran di bank dan situasi-situasi yang lain merupakan kejadian yang sering kita temui dan tidak terlepas dalam kehidupan sehari-hari. Alasan orang mengantri ini disebabkan karena kebutuhan akan layanan melebihi kapasitas pelayanan sehingga pengguna fasilitas tidak segera mendapatkan layanan akibat kesibukan pelayanan.

1.  Sejarah Teori Antrian
Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K. Erlang, seorang ahli matematika bangsa Denmark pada tahun 1910 dalam bukunya Solution of Some Problem in the Theory of Probability of Significance in Automatic Telephone Exchange. Erlang melakukan eksperimen tentang fluktuasi telepon yang berhubungan dengan automaticdialing equipment, yaitu peralatan penyambungan telepon secara ototmatis. Dalam waktu-waktu yang sibuk operator sangat kewalahan untuk melayani para penelpon secepatnya, sehingga para penelpon harus antri menunggu giliran. Persoalan aslinya Erlang hanya memperlakukan perhitungan keterlambatan (delay) dari seorang operator.
sutanto.staff.uns.ac.id/files/2009/03/zzzzzzzzzzzzz.pdf
2.  Pengertian Antrian
Menurut Siagian (1987), antrian adalah suatu garis tunggu dari nasabah yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayanan (fasilitas). Secara umum antrian ini dapat dikelompokkan menjadi sistem yang berbeda-beda dimana teori antrian dan simulasi sering diterapkan secara luas. Pengelompokkannya menurut Hillier dan Lieberman adalah sebagai berikut:
1. Sistem pelayanan komersial
2. Sistem pelayanan bisnis industri
3. Sistem pelayanan transportasi
4. Sistem pelayanan social
Teori antrian ini bertujuan untuk merancang fasilitas pelayanan yang sesuai untuk mengatasi permintaan pelayanan yang secara random yang terjadi dan untuk menjaga keseimbangan antara biaya pelayanan (waktu idle) dan biaya (waktu) yang diperlukaan selama antri.

3. Komponen Sistem Antrian
Komponen dari sistem antrian terbagi atas beberapa sistem antara lain:
a.  Kedatangan
Setiap masalah antrian melibatkan kedatangan, misalnya orang, mobil, atau panggilan telepon untuk dilayani. Kedatangan ini sering dinamakan proses input. Proses input meliputi sumber kedatangan atau biasa dinamakan calling population dan cara terjadinya. Kedatangan pada umumnya merupakan proses random. Sebagai contoh jumlah mahasiswa yang antri untuk registrasi di sebuah perguruan tinggi sudah diketahui jumlahnya (finite), sedangkan jumlah nasabah bank yang antri untuk setor, menarik tabungan, maupun membuka rekening baru, bisa tak terbatas (infinte).
b.  Pelayanan
Pelayanan atau mekanisme pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayan, atau satu atau lebih fasilitas pelayanan. Contohnya, jalan tol dapat memiliki beberapa pintu tol. Mekanisme pelayanan dapat hanya terdiri dari satu pelayan dalam satu fasilitas pelayanan yang ditemui pada loket seperti pada penjualan tiket di gedung bioskop. Di samping itu, perlu diketahui cara pelayanan dirampungkan, yang kadang-kadang merupakan proses random.
Teori permainan adalah suatu cara belajar yang digunakan dalam menganalisa interaksi antara sejumlah pemain maupun perorangan yang menunjukkan strategi-strategi yang rasional. [1]
Teori permainan pertama kali ditemukan oleh sekelompok ahli Matematika pada tahun 1944. Teori itu dikemukakan oleh John von Neumann and Oskar Morgenstern yang berisi :
“Permainan terdiri atas sekumpulan peraturan yang membangun situasi bersaing dari dua sampai beberapa orang atau kelompok dengan memilih strategi yang dibangun untuk memaksimalkan kemenangan sendiri atau pun untuk meminimalkan kemenangan lawan. Peraturan-peraturan menentukan kemungkinan tindakan untuk setiap pemain, sejumlah keterangan diterima setiap pemain sebagai kemajuan bermain, dan sejumlah kemenangan atau kekalahan dalam berbagai situasi.”
( J. Von Neumann and O. Morgenstern, Theory of Games and Economic Behavior (3d ed. 1953)). [2]
c.  Antri
Inti dari analisa antrian adalah antri itu sendiri. Timbulnya antrian terutama tergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Penentu antrian lain yang penting adalah disiplin antri. Disiplin antri adalah aturan keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri, misalnya, datang awal dilayani dulu,datang terakhir dilayani dulu, berdasar prioritas, dan secara random. Jika tak ada antrian berarti terdapat pelayan yang nganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan.
Dalam komponen terdapat macam-macam aturan antrian yaitu:

1. FIFO: First in First out
Kedatangan pelanggan pertama menerima pelayanan lebih dulu.
Contoh: Membeli tiket bioskop
2. LIFO: Last in First out
Kedatangan terakhir menerima pelayanan lebih dulu.
Contoh: pembongkaran barang dari truk
3. Random (acak)
Penerimaan pelayanan secara acak
Contoh: penanganan terhadap pasien gawat di rumah sakit, pengawasan mutu barang dalam quality control.
Model antrian adalah model probabilistik karena unsur-unsur tertentu proses antrian yang dimasukkan dalam model adalah variabel random. Variabel random ini sering digambarkan dengan distribusi probabilitas
4.  Struktur Sistem Antrian
Dalam teori antrian terdapat juga struktur sistem antrian yang memperlihatkan proses antrian yang terjadi dalam suatu aktifitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada 4 macam struktur dasar antrian yaitu:
1. Single Channel – Single Phase
Berarti hanya ada satu jalur yang memasuki sistem pelayanan atau ada satu fasilitas pelayanan. Single Phase berarti hanya ada satu pelayanan.


2. Single Channel – Multi Phase
Istilah Multi Phase menunjukkan ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan. Sebagai contoh pencucian mobil.

3. Multi Channel – Single Phase
Sistem Multi Channel terjadi kapan saja dimana ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian tunggal. Sebagai contoh adalah antrian pada tellerbank.
4. Multi Channel – Multi Phase
Setiap sistem-sistem ini mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapnya. Sebagai contoh, registrasi para mahasiswa di kampus, pelayanan kepada pasien di rumah sakit pada saat pendaftaran, diagnosa, dan penyembuhan sampai pembayaran

Anak anak tahun 90an

Benar, era tahun ’90-an memang ajaib dan mungkin banyak hal yang tidak ditemukan lagi di era tahun 2000-an. Di era tersebut belum banyak teknologi canggih yang bisa dinikmati oleh semua orang, seperti mobil, motor, bahkan telepon pun masih sangat jadul dan sedikit yang memiliki.
Meski jadul dan gaptek, bukan berarti orang yang hidup di era itu hidupnya tidak bahagia. Justru di masa-masa itu adalah masa yang menyenangkan sekaligus membahagiakan, terutama bagi anak-anak. Di masa itu, apapun bisa dijadikan mainan. Tak perlu merengek pada orang tua untuk meminta membelikan mainan, anak-anak di masa itu bisa membuat segalanya menjadi permainan yang menyenangkan. Tidak percaya?
Hanya bermodalkan kapur atau batu, anak-anak jaman itu sudah bisa bermain bersama teman-teman dengan gembira. Di Jawa permainan ini disebut dengan engklek. Cara bermainnya cukup mudah, cukup membuat kotak-kotak, salah satu pemain melempar batu, kemudian melompati tiap kotak dengan menggunakan satu kaki.
Tidak hanya engklek, masih banyak permainan anak-anak di masa itu yang tidak bermodalkan uang sepeserpun. Seperti, permainan lompat tali, jumprit singit (petak umpet), bentengan, dll. Permainan-permainan seperti itu membuat anak-anak di kala itu menjadi aktif dan kreatif.
Tak hanya permainan yang membuat era itu disebut dengan era yang ajaib. Jajanan di era itu pun sangat unik dan pasti harganya juga sangat murah. Jajanan saat itu juga lebih aman dikonsumsi, karena tidak banyak mengandung zat berbahaya seperti jajanan yang beredar saat ini.

Masih banyak hal lain yang menjadikan tahun ’90-an menjadi tahun yang unik dan ajaib. Untuk bernostalgia, tim wajibbacatelah mengumpulkan gambar-gambar yang akan membawa sobat kembali ke era '90-an dan teringat dengan masa kecil yang mungkin tidak kita jumpai lagi saat ini.

Masa Prasejarah dan Praaksara di Indonesia

Mempelajari dan meneliti kehidupan pada masa lalu memang hal yang menarik, manusia hidup didunia selalu melakukan perubahan-perubahan baik itu dibidang sosila budaya atau bahkan kepercayaan. Untuk mengetahui bagaimana kehidupan dimasa lalu sebagai contoh adalah masa prasejarah para peneliti atau ilmuan menggunakan fosil dan artefak untuk menggali informasi tentang kehidupan dimasa lalu. Kehidupan di masa prasejarah adalah kehidupan yang sangat sederhana, manusia purba selalu hidup berpindah pindah dan untuk mencukupi kebutuhan hidup, mereka selalu berburu dan meramu
Sejak pertama kali bumi diciptakan hingga saat ini baik bumi maupun kehidupan didalamnya selalu mengalami perkembangan dan kemajuan dalam berbagai bidang, perkembangan tersebut terbagi dalam setiap zaman seperti arkaezoikum, paleozoikum, mesozoikum dan neozoikum. Dibawah ini akan dijelaskan sedikit mengenai zaman-zaman tersebut.
1). Zaman Arkaezoikum adalah zaman yang paling tua, berlangsung sekitar 2500 juta tahun yang lalu, pada masa ini belum ada kehidupan karena buni masih dalam proses pembentukan serta permukaannya masih sangat panas.
2). Zaman Paleozoikum biasa disebut zaman primer, pada masa ini suhu bumi menurun atau bumi mulai mendingin. Zaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun yang lalu dan pada masa ini juga muncul makhluk hidup bersel satu yang diperkirakan sebagai makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi.
3). Zaman Mesozoikum / Zaman Sekunder atau biasa disebut Zaman Reptile, Masa ini berlangsung sekitar 140 juta tahun yang lalu, di zaman ini hidup reptile-reptile raksasa seperti Dinosaurus.
4). Zaman Neozoikum adalah zaman yang sudah mulai stabil di mana sudah ada hewan menyusui yang hidup pada masa ini sekaligus berkurangnya hewan reptile besar, zaman ini masih terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
1). Zaman Divilum / Pleistosen atau disebut juga dengan zaman es karena pada zaman ini es didaerah kutub mulai mencair karena perubahan iklim yang berlangsung sekitar 600.00 tahun yang lalu. Manusia juga sudah mulai hidup pada zaman ini.
2). Zaman Alluvium / Holosen berlangsung sekitar 20.000 tahun yang lalu di tandai dengan munculnya nenek moyang dari manusia modern yaitu homo sapiens.


Mengenal bj habibie


Belum banyak masyarakat yang kenal betul dengan sosok B.J. Habibie selama satu setengah tahun beliau menjabat sebagai Presiden RI. Dalam acara bedah buku Habibie The Series(yang menjadi rangkaian acara 80 Tahun Habibie di Museum Bank Mandiri) hadir beberapa orang yang pernah menjadi “bawahan” Pak Habibie kala beliau menjabat sebagai presiden. Di antara beberapa orang tersebut hadir sebagai pembicara, yaitu Wendy Aritenang (Mantan Sekjen Dephub), Nurmahmudi Ismail (Mantan Menteri Kehutanan), dan Bambang Setiadi (Mantan Ketua BSN). Sebagai mantan Menteri Riset dan Teknologi, B.J. Habibie banyak memberi perhatian terhadap bidang riset dan teknologi. Salah satunya adalah Pak Habibie pernah membangun lima jembatan di Batam dengan teknologi yang berbeda-beda. Wendy Aritonang mengatakan, menurut Pak Habibie, dengan membangun lima jembatan memakai teknologi yang berbeda-beda, kita dapat mengetahui teknologi mana yang pantas dipakai untuk membangun jembatan di tempat lain. Habibie menjadikan lima jembatan di Batam sebagai pembelajaran untuk pembangunan jembatan-jembatan setelahnya.  Selain itu, Pak Habibie juga sangat mensupport anak muda untuk berkembang. Beliau menguatkan anak-anak muda untuk berkembang. Bambang Setiadi bercerita, kala itu dia pernah dikirim oleh Pak Habibie ke Singapura untuk mengikuti konferensi ilmiah. Pak Habibie lantas ditegur oleh salah satu professor di sana. Professor itu bilang, “Kenapa Anda mengirim anak muda ke konferensi itu? Di sana dia hanya “dibully”. Pak Habibie menjawab dengan cerdasnya, “Waktu kamu seusia dia, kamu di mana? Dia masih muda sudah bisa berbicara di Singapura”. Begitulah Pak Habibie. Menurut Bambang, Pak Habibie adalah orang yang selalu menguatkan mental orang lain. Dia tidak menjadikan orang-orang di sekitarnya menjadi lemah.


zaman purba kala

zaman purba pertama,  berlangsung kira-kira sampai 500.000 tahun yang lampau di Nusantara hidup makhluk separuh manusia separuh hewan yang disebut satwapurusa. Mereka tidak berbusana dan umumnya tidak menggunakan senjata, kulitnya hitam dan berbulu. Kira-kira dari 750.000 sampai 250.000 tahun yang silam satwapurusa yang hidup di Pulau Jawa berjalan seperti manusia, berkulit hitam kemerahan, berspekakas tulang dan batu, bertabiat baik dan tidak suka memangsa sesama, dinamakan bhutapurusa.
Kedua, zaman purba kedua, berlangsung kira-kira sampai 300.000 tahun silam hidupyaksapurusa yang berhasil membinasakan satwapurusa. Mereka berperawakan seperti denawa, tegap, besar dan tinggi, berkulit hitam. Ketiga, zaman purba ketiga atau zaman purba madya, berlangsung kira-kira dari 50.000 sampai 25.000 tahun yang lampau hidup wamanapurusa, sejenis manusia kerdil berpekakas dari batu. Mereka tersebar di Pulau Jawa dan Semenanjung Malaka.
Keempat, zaman purba keempat, berlangsung kira-kira dari 250.000 hingga 10.000 tahun silam hidup manusia yang lebih besar dari wamanapurusa, tinggal di Jawa Tengah dan Timur. Perkakas mereka terbuat dari batu, kayu, tulang, dan bambu. Dan, kelima, zaman purba kelima yang disebut zaman purba terakhir, berlangsung kira-kira 10.000 sampai tahun pertama tarikh Saka. Kurun zaman ini dinamakan masanya orang-orang baru dari utara bermigrasi ke wilayah Nusantara yang tanahnya subur, terkenal dengan aneka ragam rempah-rempah.
Semenjak masuk dalam kurun tahun Saka, kehidupan masyarakat di Nusantara mulai dapat dibedakan antara penduduk pribumi yang telah lama menetap dengan para pendatang baru dari negeri-negeri sebelah utara. Antara kedua belah pihak lama-kelamaan terjadi perbauran melalui perkawinan dengan perempuan pribumi, hidup menetap dalam rumah panggung di sebuah perkampungan yang dipimpin seorang penghulu atau datuk yang mengemban tanggung jawab atas kelangsungan hidup kelompoknya.
Mereka sudah mampu mengatur dan membudidayakan sumber alam berupa bercocok tanam dan beternak binatang, membuat api dengan pemantik batu dan besi, mengenal alat penukan barang, memiliki ilmu perbintangan, dan pengetahun tentang tutur kata. Di antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya telah terjadi persaingan yang tidak jarang terjadi saling serang yang mengakibatkan terusirnya kelompok yang lemah, bahkan mulai terjadi pula perebutan jabatan pimpinan dalam sebuah kelompok.
Para kaum pendatan juga mengajarkan agama yang mereka anut kepada penduduk setempat. Kehidupan perniagaan mulai berkembang yang awalnya hanya berupa tukar-menukan barang kebutuhan antar kelompok hingga menjadi proses perdagangan berbagai perkakas dan perhiasan dari aneka ragam logam, perak, emas, manik-manik, kristal, pakaian, dan kendaraan.
Selanjutnya diriwayatkan kedatangan Dewawarman dengan para pengikutnya. Kemudian Dewawarman kawin dengan putri dari penghulu masyarakat sebuah wilayah di ujung barat Jawa Barat, istrinya kemudian diberi gelar Dewi Dhw?nirahayu. Pada tahun 130-168 M, Dewawarman dinobatkan menjadi raja wilayah tersebut dengan kerajaannya disebut Salakanagara dengan ibukotanya di Rajatapura. Raja-raja Salakanagara selanjutnya adalah: Dewawarman II (168–195 M), Dewawarman III (195–238 M), Dewawarman IV (238–252 M), Dewawarman V ( 252–276 M), Spatikarnawa Warmandewi (276–289 M), Dewawarman VI (289–308 M), Dewawarman VII (308–340 M), dan Dewawarman VIII (340–363 M).

Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara
Naskahini diawali dengan paparan yang mengacu pada kira-kira sejuta tahun sampai enam ratus ribu tahun yang lalu di bumi Nusantara, terutama di Pulau  Jawa. Pada waktu itu  hidup  berkembang manusia yang memiliki tabiat, seperti separuh binatang. Ada juga  yang menyebut manusia-hewan dari zaman purba, karena mereka berjalan seperti separuh hewan  separuh menusia. Tinggi besar wujudnya, tidak bertempat tinggal. Mereka ada yang seperti wujud raksasa serta berbulu, tabiatnya kasar.
Mereka hidup berkelompok tidak banyak. Ada lagi (yang hidup) di hutan yang lebat seperti kera. Mereka tinggal di atas pohon-pohonan, juga di lereng gunung, dan di tepi sungai.  Apabila mereka berkelahi, seorang lawan seorang  dan membunuh tanpa senjata, hanya menggunakan tangan, tidak berpakaian, mereka tidak memiliki perasaan seperti manusia sekarang.
Mereka dijumpai senang sekali berayun-ayun di atas kayu-kayu. Manusia hewan itu  ada di  Pulau Jawa, di hutan Swarnabhumi (Sumatera), di hutan Mengkasar (Sulawesi), hutan Bakulapura (Kalimantan), dan di  wilayah yang lainnya.  Di Pulau Jawa kita-kira 700.000 sampai 300.000 tahun yang lampau hidup manusia-hewan yang berjalan seperti manusia, kulitnya berwarna merah  hitam, tabiatnya baik, dan lebih cerdas dari manusia hewan yang berjalan seperti binatang.
Setiap hari senantiasa membuat senjata dari tulang dan batu, walaupun hasil pekerjaannya yang tidak begitu bagus dan mereka tidak pemarah. Mereka senantiasa  diserang oleh manusia-hewan yang seperti manusia, oleh karena itu,  berkelahilah  kedua golongan itu, manusia-hewan yang seperti manusia mahir berkelahi. Dengan        demikian manusia-hewan yang berjalan seperti binatang  akhirnya musnah, semuanya dibunuh tanpa bersisa, lenyap dari muka bumi. Kulit mereka berwarna hitam.
Ada juga yang disebut manusia-hewan yang berjalan seperti manusia disebut butapurusa(manusia raksasa) tinggal di dalam gua-gua di lereng gunung. Yang berwujud butapurusa musnah tiada bersisa. Karena itu, sejak  600.000 tahun yang lampau, mereka banyak yang dibunuh oleh orang-orang pendatang dari benua sebelah utara. Kedatangan mereka itu  dari wilayah Yawana, kemudian dari Sanghyang Hujung, Swarnabhumi, dan Pulau  Jawa. Pada 250.000 tahun yang lampau mereka yang berwujud butapurusa musnah tiada bersisa. Kejadian itu oleh mahakawi diberi nama zaman purba pertama.
Orang pendatang yang dianggap sebagai manusia purba, berdiam di Jawa Timur.  Ada yang pergi ke timur, kemudian menetap di pulau-pulau sebelah timur.  Ada yang pergi berlayar ke selatan di Pulau Jawa, ada yang tinggal di Swarnabhumi dan seluruh pulau di bumi Nusantara.
Selanjutnya kira-kira pada 500.000 tahun sampai 300.000 tahun yang lampau, di Swarnabhumi dan Jawa Barat serta Jawa Tengah hidup yaksapurusa pada zaman purba yaitu seperti manusia-yaksa, atau seperti rupa raksasa. Badannya tegap, besar dan tinggi, mereka suka memakan manusia sesamanya, terutama musuhnya, serta berbagai binatang, bertabiat tidak berperikemanusiaan, sedangkan perasaan mereka bagai binatang buas. Tubuhnya tinggi, tidak berpakaian dan kulitnya berwarna hitam dan berbulu banyak. Mereka suka meminum darah sesama manusia. Makhluk ini akhirnya lenyap tiada bersisa, karena mereka banyak yang dibunuh oleh manusia purba, ialah pendatang baru dari benua sebelah utara.

Diceritakan pula pada 300.000 tahun sampai 50.000 tahun yang lampau, di Jawa Barat dan Jawa Tengah, pernah ada manusia separuh raksasa, yaitu rupa manusia separuh raksasa. Manusia ini belum diketahui nenek-moyangnya, karena rupanya hampir sama  dengan manusia raksasa yang telah musnah. Tetapi badannya lebih kecil dan lebih banyak perbedaannya. Kulitnya tidak berwarna hitam, dan tidak banyak bulunya, bertabiat baik dan lebih cerdas dari manusia raksasa yang telah musnah. Kemudian mereka juga musnah tiada bersisa, karena banyak yang dibinasakan  oleh orang pendatang baru.  Menurut mahakawi,  masa demikian  disebut zaman purba kedua.

Sejarah penjajahan belanda


Rakyat Indonesia pastinya tidak akan pernah lupa sejarah penjajahan Belanda di Indonesia karena mereka telah menjajah Negara ini selama kurang lebih 3,5 abad. Tentunya merupakan waktu yang tidak bisa dibilang sebentar. Pada masa-masa itu bangsa Indonesia mengalami masa-masa sulit hingga pada akhirnya dapat menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Mari kita dalami lebih lanjut masa-masa di mana Belanda menduduki Indonesia dari awal hingga berakhirnya.
Awal Kedatangan Bangsa Belanda ke Negara Indonesia
Tahun 1956 adalah awal kedatangan Bangsa Belanda ke Negara Indonesia. Empat buah kapal yang dipimpin oleh Pieter Keyzer serta Cornelis de Houtman ini sampai ke pelabuhan Banten setelah menempuh perjalanan selama satu tahun lebih. Sayangnya, kunjungan dari kapal Belanda ini ke daerah Banten kurang disambut baik karena sifat arogan yang ditunjukkan oleh Cornelis de Houtman. Kemudian dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1958 Belanda mencoba lagi kembali ke Indonesia di bawah pimpinan Jacob Van Neck, dan mereka berhasil disambut baik oleh penguasa Banten saat itu karena mereka telah belajar dari kesalahan Cornelis de Houtman. Akhirnya, Belanda diperbolehkan untuk melakukan perdagangan di kawasan pelabuhan Banten. Tujuan awal Belanda adalah untuk berdagang rempah-rempah, namun setelah mereka berhasil mendapatkan keuntungan melimpah serta menemukan daerah sumber rempah-rempah, Belanda mulai melakukan aksi monopoli perdagangan dan sejarah penjajahan Belanda di Indonesia pun dimulai.
Sejarah Pembentukan dan Pembubaran VOC Belanda di Indonesia
Pada tanggal 20 Maret 1602, Verenigde Oostindische Compagnie atau disingkat VOC didirikan oleh Belanda yang merupakan sebuah badan perdagangan atau perusahaan dengan hak monopoli terhadap perdagangan di wilayah Asia. VOC yang berkedudukan di Batavia (sekarang Jakarta) juga disebut dengan nama Perusahaan Hindia Timur atau East India Company karena mereka ingin menyaingi perusahaan yang didirikan oleh Inggris bernama VWC yang memiliki julukan sebagai Perusahaan Hindia Timur. Tujuan dari pembentukan VOC adalah sebagai berikut:
1.Berusaha menguasai baik pelabuhan penting serta kerajaan-kerajaan di wilayah Indonesia.
2.Melakukan monopoli perdagangan.
3.Mengatasi persaingan yang ada antara pedagang Belanda dengan pedagang Eropa lainnya.
Monopoli perdagangan VOC dilakukan dengan cara kekerasan terhadap penduduk yang berasal dari daerah penghasil rempah-rempah di Indonesia. Selain itu, mereka juga melarang dan mengancam orang-orang bukan Belanda apabila ingin berdagang dengan para penduduk lokal dari daerah penghasil rempah-rempah. Misalnya saja saat para penduduk Banda mencoba menjual biji pala kepada Inggris, Belanda menyerang dan membunuh semua penduduk Banda tersebut. Akhirnya, Belanda memutuskan untuk mengisi daerah Banda dengan budak-budak dan pekerja-pekerja lain untuk menghasilkan biji pala. Karena ulah VOC tersebut, mereka harus menghadapi masalah politik dan berperang terhadap para pemimpin di daerah Banten dan Mataram.
Pada tahun 1799, VOC yang mengalami banyak masalah dan akhirnya bangkrut dibubarkan. Berikut alasan-alasan pembubaran VOC:
1.      Pegawai VOC banyak yang tidak terlalu cakap dalam mengendalikan monopoli perdagangan, selain itu mereka juga banyak yang melakukan korupsi.
2.      Hutang VOC yang semakin menumpuk dikarenakan peperangan dengan Inggris dan juga rakyat Indonesia sendiri.
3.      Para penguasa semakin merosot moralnya akibat sistem monopoli yang dilakukan.
4.      Prajurit VOC banyak yang tewas dalam peperangan.
5.      Aturan pringan dan penyerahan wajib yang dilakukan untuk mengisi kas VOC tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Karena alasan-alasan di atas maka sejarah penjajahan Belanda di Indonesia lewat VOC pun berakhir.
Awal Berdirinya Pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia
Kaisar Perancis yaitu Napoleon Bonaparte mengangkat Louis Bonaperte sebagai kaisar Belanda. Kemudian setelah diangkat menjadi Raja, Louis Bonaparte menunjuk Herman Willem Daendels sebagai gubernur jenderal bagi Indonesia. Tugasnya adalah untuk mengatur pemerintahan Indonesia, melakukan pertahanan dari serangan pasukan Inggris terhadap pulau Jawa, serta mengatur masalah keuangan. Namun, di bawah pemerintahannya Daendels telah melanggar undang-undang dengan menjual tanah milik Negara kepada orang-orang partikelir. Oleh karena itu, atas perintah Napoleon Daendels ditarik dari jabatannya. Namun sebelum Daendels ditarik, selama masa pemerintahannya Daendels telah banyak merugikan rakyat Indonesia serta menyengsarakan rakyat. Dia melakukan eksploitasi baik kekayaan alam maupun tenaga kerja Indonesia.
Kedudukan gubernur jenderal Indonesia telah mengalami pergantian beberapa kali. Setelah Daendels maka gubernur jendral Janssens giliran berkuasa dan saat Indonesia memasuki pemerintahan Van Den Bosch di mana sistem tanam paksa pun dijalankan yang menimbulkan kemiskinan, dan kelaparan rakyat Indonesia. Di pihak lain, Belanda mendapatkan banyak keuntungan dalam bidang keuangan akibat sistem tanam paksa tersebut.
Saat sistem tanam paksa dihapuskan maka muncullah politik pintu terbuka di mana penanaman modal asing diperbolehkan. Meskipun tanam paksa sudah dihapuskan, nyatanya politik pintu terbuka tetap menimbulkan penderitaan bagi rakyat Indonesia. Hal ini memicu perlawanan dari rakyat Indonesia di berbagai daerah seperti perang Diponegoro, perang Bali, perang Paderi, perang Banjar, perang Aceh, Gerakan Protes Petani, dan sebagainya. Saat semakin banyak rakyat yang melawan Belanda maka penjajahan Belanda di Indonesia mulai menandakan akhirnya.
Berakhirnya Masa Penjajahan Hindia Belanda di Indonesia
Penjajahan Belanda terhadap Indonesia benar-benar berakhir saat Pemerintah Jepang melakukan penyerangan. Tanggal 27 Februari 1942 tentara Jepang berhasil mengalahkan armada gabungan dari Negara Amerika, Inggris, Belanda, dan Australia. Kemudian, di bawah pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura, tentara Jepang mulai menginjakkan kaki ke Pulau Jawa. Di sana Letnan Jenderal Hitoshi Imamura mengancam akan menyerang Belanda apabila tidak segera menyerah. Pada akhirnya setelah mengalami kekalahan terus menerus dari pihak Jepang, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer sebagai Jenderal Hindia Belanda menyerah dan dan ditangkap. Hal ini menjadi tanda dimulainya masa penjajahan Jepang di Indonesia sekaligus berakhirnya sejarah penjajahan Belanda di Indonesia.
Demikianlah tadi informasi mengenai sejarah penjajahan Belanda di Indonesia, semoga artikel diatas dapat menambah wawasan pengetahuan kita terhadap sejarah dan rasa nasionalisme kita tentunya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Marilah kita syukuri kemerdekaan yang telah kita rasakan saat sekarang ini


Yahudi dan nasrani

Hadits riwayat Ibnu Umar Ra. bahwa kaum Yahudi Bani Nadhir dan Bani Quraidhah selalu memerangi Rasulullah Saw., sehingga Rasulullah pun lalu mengusir Bani Nadhir dan membiarkan Bani Quraidhah sekaligus membebaskan mereka. Namun setelah itu Bani Quraidhah juga ikut memerangi, maka beliau pun lalu membunuh kaum lelaki mereka serta membagikan kaum wanita, anak-anak kecil berikut harta benda mereka di antara kaum muslimin. Kecuali mereka yang meminta perlindungan kepada Rasulullah Saw., maka beliau pun memberikan keamanan kepada mereka sehingga berimanlah mereka. Rasulullah Saw. juga mengusir orang-orang Yahudi Madinah seluruhnya, yaitu; Bani Qainuqa’ (kaum Abdullah bin Salam), Yahudi Bani Haritsah dan setiap orang Yahudi yang berada di Madinah. (Shahih Muslim no. 3312)

“Yahudi dan Nasrani Mengaku Anak Allah”

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya.” (QS.al-Maidah ayat 18). Namun Allah menolak pernyataan mereka.

Di Madinah, sekelompok orang Ahli Kitab datang kepada Nabi Muhammad Saw. Lalu beliau menyeru mereka agar masuk Islam dan meninggalkan kekufuran, tetapi mereka berkata:“Ya Muhammad, apakah kamu menakut-nakuti kami dengan siksaan Allah? Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya.”

Maka turunlah ayat ini:“Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya.” (QS. al-Maidah ayat 18). Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani di sini?

Istilah Yahudi berasal dari kata hada, hudan, yahuda. Kata hada berarti bertaubat, karena mereka, umat Nabi Musa As., bertaubat dari kesalahannya menyembah anak unta dan kembali kepada kebenaran(QS.al-A’raf ayat 156).

Perkataan Yahuda dinisbatkan kepada anak-cucu Yahudza, anak tertua Nabi Ya’qub As., yang kemudian huruf dzal diganti dengan dal, sehingga menjadi Yahuda.

Namun kemudian mereka menyimpang dari kebenaran, dan sejak saat itulah kata Yahudi berkonotasi negatif, yakni menyimpang dari aturan-aturan yang ditetapkan Allah, baik aturan yang dibawa Nabi Musa As. maupun aturan yang dibawa Nabi Muhammad Saw.

Makna lain kenapa disebut Yahudi? Karena mereka bersikap lemah lembut dan gemetar pada saat membaca kitab suci Taurat. Bahkan ada yang mengatakan, bumi dan langit bergetar ketika Allah Swt. memberikan Taurat kepada Nabi Musa As.

Nama lain orang-orang Yahudi adalah Israil. Kata Israil berasal dari bahasa Ibrani yang terdiri dari dua kata: Isra’, yang berarti “hamba” atau “kekasih”, dan Il, yang berarti “Allah”, sehingga Israil berarti “hamba Allah” atau “kekasih Allah”. Dan yang dimaksud dengan Israil pertamakali adalah Nabi Ya’qub As., seorang Nabi yang ikhlas berjuang di jalan Allah untuk mencapai ridhaNya.

Namun keturunan Nabi Ya’qub tidak semuanya bertindak sebagai kekasih Allah. Mereka lebih banyak yang ingkar kepada perintah Allah daripada menaatiNya.

Lalu apa yang disebut Nasrani? Kata nashraniberarti “penolong”, yaitu mereka (kaum hawariyyun, para pengikut setia) yang, ketika ditanya Nabi Isa As.apakah bersedia menolong agama Allah, mereka menjawab:“Kamilah penolong-penolong agama Allah (nahnu ansharullah).”(QS.ash-Shaff ayat 14).

Pendapat lain, mengapa mereka dinamakan Nasrani, karena mereka tinggal di daerah Nashiri, tempat Nabi Isa As. ketika berdakwah. Jadi, mereka adalah orang-orang dari Nashiri.

Semua betul kalau dikombinasikan, yaitu Nasrani semula adalah istilah untuk para pengikut setia Nabi Isa As. yang tinggal di daerah Nashiri. Mereka bersumpah setia sanggup menolong agama Allah.

Namun mereka kemudian mengaku sebagai anak Allah dan kekasih Allah, suatu kesesatan mereka dalam menafsirkan syari’at Allah yang diberikan kepada mereka.

“Orang-orang Yahudi berkata: “’Uzhair itu putra Allah.” Dan orang-orang Nasrani berkata: “Al-Masih itu putra Allah.” Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perbuatan orang-orang kafir terdahulu. Mereka dilaknat Allah, bagaimana mereka sampai berpaling?”(QS.at-Taubah ayat 30).

Itulah jawaban mengapa mereka mengaku menjadi anak Allah dan kekasihNya. Mereka mengingkari nabi-nabi mereka dan apa yang telah difirmankan Allah dalam kitab-kitabNya (Taurat dan Injil). Mereka mengikuti tradisi kaum kafir sebelum mereka, yaitu tradisi bangsa Mesir dan bangsa Yunani dan Romawi, yang dalam sistem ketuhanan mereka ada bapak dan anak. Karena itulah mereka dilaknat Allah.

Mengapa mereka bisa tersesat begitu jauh? Sebab, “Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (mereka juga mempertuhankan) al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”(QS.at-Taubah ayat 31).

Sedang para alim dan rahib itu juga telah menyesatkan mereka dari jalan Allah. Yaitu kesesatan dengan perbuatan syirik, menganggap ada tuhan selain Allah.

Kembali pada ayat pertama, yaitu tentang pengakuan orang-orang Yahudi dan Nasrani bahwa mereka adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Allah. Masih dalam ayat yang sama, Allah membalik logika mereka: “Katakanlah (hai Muhammad): “Mengapa Allah menyiksa kamu atas dosa-dosa kamu? (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Allah) tetapi kamu adalah (manusia) biasa diantara orang-orang yang diciptakanNya. Dia mengampuni siapa yang dikehendakiNya. Dan kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah lah kembali (segala sesuatu).”(QS.al-Maidah ayat 18).

Logisnya, kalau mereka anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Allah, tentu mereka akan disayang dan dilindungi, tetapi mengapa mereka malah disiksa? Berarti anggapan mereka salah total.Mereka disiksa Allah karena mereka telah banyak berbuat salah kepada Allah, telah ingkar dari perintah Allah.

Dosa-dosa kaum Yahudi diantaranya adalah menyembah anak lembu ketika ditinggal Nabi Musa As. di Gunung Thursina, tidak mau berperang dalam konteks bahwa saat itu mereka harus berperang karena perintah agama, membunuh para nabi, serta keingkaran-keingkaran lain kepada Allah dalam berbagai perbuatan. Begitu juga kaum Nasrani, mereka disiksa Allah atas dosa-dosa mereka, seperti menuhankan Nabi Isa As.

Allah masih menantang mereka, khususnya kaum Yahudi: “Katakanlah (hai Muhammad): “Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu menyatakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia yang lain, harapkanlah kematian, jika kamu adalah orang-orang yang benar.”(QS.al-Jumu’ah ayat 6).

Logikanya, kalau kaum Yahudi itu kekasih Allah, cepatlah minta mati, supaya mereka nanti diberi surga di akhirat, daripada hidup dunia yang penuh penderitaan dan kesulitan. Namun nyatanya mereka takut mati, antara lain terbukti bahwa, sebagaimana disebut di atas, mereka takut berperang

Siapa tuhan

Siapakah Tuhan Itu? Kenapa Tiap Agama Punya Tuhan Yang Berbeda? Allah, Yesus, sang Hyang widi wase, dewa dewa atau siapa? Lantas kenapa berbeda beda tiap agama? apakah manusia diciptakan oleh tuhan yang berbeda beda? Berikut penjelasannya
Kata Tuhan dalam bahasa Indonesia mewakili dua kata arab sekaligus yaitu "Rabb" dan "Ilah"
pengertian yang lebih cermat bisa kita dapatkan ketika kita terjemahkan kata "Rabb" dan "Ilah" ini dengan kata indonesia yang lebih spesifik:

1.RABBana atiina fiddunya khasanah,...dst = TUHANkami karuniakan atas kami kebaikan di dunia,...dst

2. La ILAH illa LLah = tidak ada TUHAN selain Allah

kalimat pertama pakai RABB, yang kedua pakai ILAH,... tapi kedua duanya diterjemahkan sebagai TUHAN.
coba perhatikan detail penterjemahan berikut:
"Rabb"= artinya Tuhan yang menciptakan alam Semesta"Illah"= artinya sesembahan/ panutan/ idola/ yang diutamakan/ yang dimintai pertolongan perlindungan/ yang ditakuti yang disegani. (biasanya ahli bahasa menyingkat pengertian semuanya itu menjadi "yang dipertuhankan, atau yang dianggap sebagai tuhan yang ditaati)
dengan pengertian RABB dan ILAH diatas dengan mudah kita bisa membantu menjelaskan jawaban atas judul artikel ini.
1 semua orang (agama apapun) termasuk ateis kalau ditanya siapakah RABB itu? (maksudnya siapakah yang menciptakan dunia dan isinya termasuk manusia?) maka hati mereka akan menjawab Tuhan (yaitu Tuhan yang jumlahnya pasti hanya satu) nah Tuhan yang ada dalam jawaban hati mereka itulah Allah. (hanya saja ada orang yang mengenal nama Allah ada juga yang mengenal nama Allah Bapa, ada juga widhi wase ada juga yang tidak tau namanya tapi pokoknya kalau ada yang mencipta dunia ini pasti tuhan yang cuma satu aja gitu lah kira kira)
2. tapi kalau kita tanya siapakah ILAH kalian? (maksudnya siapakah yang kalian sembah/ siapakah yang kaliat takuti hukumannya, siapakah yang kalian harap pertolongannya, siapakah yang kalian andalkan dalam hidup ini, siapakah yang bisa menyelamatkan anda, siapakah juru selamat anda, siapakah yang melindungi anda, kalau anda memohon perlindungan dan pertolongan anda memohon kepada siapa? kalau anda kesulitan anda minta bantuan pada siapa?Siapakah yang kalian taati?dsb..... KALAU KITA TANYA TENTANG TUHAN YANG BEGINI PASTI JAWABNYA BERBEDA BEDA.

yang kristen bilang Yesus yang mengabulkan doa, yang melindungi dan menyelamatkan (bukan Allah)
yang hindu bilang yang menyelamatkan adalah Syiwa yang tidak jadi marah
yang budha bilang sidarta memberi ajaran dan keselamatan
yang kejawen bilang sang hyang dumadi lah yang menyelamatkan kami dst
jadi TUHAN PENCIPTA ITU SATU 
tapi TUHAN SEMBAHAN ORANG ITU MACAM MACAM BERGANTUNG SELERA MASING MASING
lalu gimana dong?
ya gak gimana gimana,.... yang minta pada Yesus yaa nanti diketemukan ama Yesus
yang minta ke syiwa, ketemu ama syiwa
yang mintake budha, ketemu ama budha
dan yang mau kembali selamat kepada Allah yaa gampang saja,... mintalah kepada Allah bukan kepada yang lain.
tapi nanti kan Yesus akan menyampaikan doa kita kepada Allah?.....
lhoh,... Allah sudah membuka pintu untuk semua orang, tak harus melalui ini atau itu,... langsung aja minta ke Allah,... kalau anda minta ke Yesus,... wah, Yesus juga kan minta sama Allah? nah nanti kalau anda dikasitau tentang anjuran dan ajaran dan perintah Allah melalui quran atau injil atau taurat atau zabur atau sukhuf ibrahim atau sukhuf musa,... jangan sekali kali bikin alasan untuk tidak melakukannya. kalau Allah bilang sujud yaa sujud saja lah,.... Allah bilang puasa ya puasalah,... nah kalau udah gitu maka anda sudah menuju pada sembahan yang bakal menyelamatkan anda yaitu Allah yang menciptakan dunia seisinya dan Allahlah yang memiliki semua di dunia dan di akhirat nanti


Bukti kehidupan di luar angkasa


Banyak kalangan yang memperdebatkan tentang pertanyaan; "Adakah kehidupan di luar bumi?". Tentunya setiap orang memiliki paradigma yang berbeda mengenai pertanyaan tersebut baik dari kalangan Ilmuan, Arkeolog, Pemuka Agama, Teolog, Sejarawan, bahkan orang awam sekalipun dan tentunya dengan teori dan penemuan masing-masing sesuai bidangnya. Dalam halaman ini penulis akan memaparkan beberapa bukti dan penemuan yang meyangkut tentang keberadaan kehidupan diluar bumi. Diluar bukti ini benar, tidak, atau mungkin bohong, setidaknya kita mau membuka mata dan telinga sejenak untuk hal baru yang "mungkin" hal itu benar adanya. Dalam halaman ini penulis mengkategorikan penemuan-penemuan tentang "Bukti Keberadaan Kehidupan diLuar Bumi" ke dalam dua kategori. Pertama, penemuan yang berasal dari bumi sendiri, dan yang kedua penemuan yang berasal dari luar bumi dimana penemuan di luar bumi tersebut hanya dilakukan oleh pada peneliti dari bidang Astronomi.

1. Penemuan yang Berasal dari Bumi.
Tanda-tanda kehidupan diluar bumi  sebegitu sangat kental terasa ketika kita melihat beberapa penemuan yang mengarah kepada gejala-gejal misterius tentang kehidapan di luar bumi. Akhir-akhir ini, beberapa Sejarawan dan Arkeolog sangat "getol" dalam mencari bukti tentang indikasi tersebut. Tidak hanya para Sejarawan dan Arkeolog saja yang melakukan pencarian tersebut, bahkan dari beberapa kalangan Teolog pun tertuju pada pencarian yang sama untuk mencari indikasi tersebut dan tentunya menjadikan Kitab Suci sebagai tolak ukur utama. Pada tahun 2000 Vatikan sebagai otoritas Katholik sedunia mengeluarkan stetmen  resmi bahwa Vatikan mengakui tentang "Kehidupan di Luar Bumi" dan mendukung sepenuhnya untuk penilitian-penelitian yang bersangkutan dengan itu. Agak sedikit mengherankan mungkin, namun ini semakin memperkuat tentang kemungkinan adanya "Kehidupan diluar Bumi". Berikut penulis menyajikan beberapa penemuan yang mendukung teori "Kehidupan diluar Bumi".

Prasasti yang Mengindikasikan "Kehidupan diluar Bumi"

Hierogliph Mesir yang Menggambarkan Objek Terbang
Apa yang anda pikirkan ketika melihat prasasti diatas?. Tentunya anda akan langsung berfikir tentang benda terbang. Lalu apakah mungkin peradaban Mesir kuno memiliki teknologi sedemikian canggihnya dimasa itu?. Tentunya setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda setelah melihat gambar diatas.Mesir adalah salah satu peradaban yang meyakini bahwa Dewa mereka berasal dari "Langit". Terlebih beberapa prasasti menggambarkan tentang kekuatan "Dewa" yang membangun Piramida Giza. Masih menjadi misteri dan masih dalam penelitian yang berkelanjutan, Giza menjadi salah satu tolak ukur utama oleh para penganut teori Astrono Kuno (Ancient Astronout).

Sarkofagus Dewa Pacal di Piramida Palenque

Sarkofagus yang Menggambarkan Dewa Pacal Mengendarai Kendaraan Terbang (Roket)
Maya kuno adalah peradaban yang meyakini Raja mereka sebagai Dewa. Gambar diatas merupakan gambar dari Raja/Dewa mereka yaitu Dewa Pacal. Dari gambar tersebut terlihat jelas ada seseorang yang seolah sedang mengendarai kendaraan terbang, tangannya memegang sebuah tombol kendali, dihidungnya menempel sebuah benda yang terlihat sepeti perangkat oksigen, dan kita bisa melihat seperti sebuah mesin yang berada tepat dibawah kabin dimana terdapat pula seperti pijar api yang terletak di bawah mesin. Teori ini bisa benar bisa pula tidak. Beberapa kalangan meyakini bahwa Dewa Pacal turun ke perut bumi hal ini mungkin dikarenakan ukiran tersebut tertera pada sarkofagus, namun berbeda dengan penganut teori Astronot Kuno (Ancient Astronout) yang menganggap Dewa Pacal Terbang ke langit, hal ini didasari atas penemuan-penemuan lain di area Piramida Palenque dimana terdapat prasasti yang berhubungan penanggalan kuno dan Matematika, dan Perbintangan.

Kitab Suci Beberapa Agama

Kitab Suci
Penemuan-penemuan yang menunjukan kehidupa ekstra-teresttrial tidak hanya ditemukan dalam bentuk prasasti namun ada juga penemuan berupa tulisan di atas benda "non batu" yaitu didalam sebuah kertas papirus, kulit yang masih berbentuk skrip/manuskrip baik yang belum berupa canon maupun yang sudah berupa canon. Beberapa tulisan menunjukan tentang kehidupan diluar bumi yaitu diantaranya; Torah (taurat), Tehilim (Zabur/Mazmur/Psalterion), Injil, dan Al-Quran, penulis mencoba mengurutkan kitab-kitab diatas sesuai dengan masanya. Baca selanjutnya....


2. Penemuan yang berasal dari Luar Bumi
Manusia saat ini mulai bereksplorasi diluar lingkup bumi. Dimulai dengan membawa manusia ke orbit bumi dan mendaratkan manusia di bulan, umat manusia memulai lompatan besarnya dalam sejarah ilmu pengetahuan manusia.

"Neil Armstrong: "That's one small step for (a) man; one giant leap for mankind."

Tentunya anda tidak asing dengan kalimat diatas. Kalimat yang menunjukan bahwasanya manusia dapat menginjakan kaki di tempat selain bumi, dengan pengetahuannya manusia yang hanya "kelompok kecil" dari alam semesta dapat melakukan lompatan besar dalam sejarah peradabannya. Kemajuan tersebut berimbas pada seluruh aspek dan membuahkan sebuah pertanyaan baru "apakah kita tidak hanya sendiri di alam semesta ini?",pertanyaan yang sangat fundamental untuk orang-orang yang meyakini adanya kehidupan diluar bumi.

Bukti empiris yang mendukung teori "Kehidupan diluar Bumi", berangsung-angsur ditemukan, para ahli terus mengumpulkan bukti-bukti dan meneliti keakuratan bukti-bukti tersebut. Berikut penulis mencoba untuk memaparkan beberapa penemuan yang mendukung teori Eksta-Terestrial.
Meteorit dan Mikro Organsme yang Berada di Dalamnya

Meteor yang jatuh di Sudan dan diberi nama Almahata Sitta" atau "Stasiun Enam".
Daniel Glavin dari Goddard Space Flight Center NASA, menyatakan berhasil menemukan senyawa asam amino yang artinya terdapat materi kehidupan di meteorit yang jatuh di Sudan. Hal ini mengejutkan banyak ilmuan dan semakin memperkuat teori "Kehidupan di Luar Bumi". "Meteorit ini terbentuk akibat tabrakan dua asteroid", tegas Daniel. "Tabrakan itu memanaskannya hingga lebih dari dua ribu derajat Fahrenheit. "Panas tersebut cukup untuk menghancurkan molekul organis kompleks seperti asam amino, tetapi anehnya asam amino itu tetap ada," jelasnya.

Asam amino adalah molekul pembentuk protein yang penting bagi kehidupan dan anehnya senyawa tersebut terdapat dalam sebuah asteroid yang bertabrakan dengan asteroid lainnya. "Menemukan asam amino dalam meteorit jenis ini artinya terdapat banyak cara agar asam amino bisa terbentuk di luar angkasa, hal ini meningkatkan peluang akan pencarian kehidupan di semesta," menurut Daniel. Penemuan meteorit di Sudan ini dinamai "Almahata Sitta" atau "Stasiun Enam". Penemuan ini sangat berharga karena jenis meteoer Ureilites adalah jenis langka.
Piramid di Planet Mars
Pencitraan Objek Seperti Piramida di mars
Wahana Antariksa Mars Nasa mendapati pencitraan udara dari langit mars yang berupa piramida. Banyak kalangan memperdebatkan penemuan ini, bahkan NASA sendiri menyebutkan ini hanya permainan cahaya, namun beberapa ahli pun meyakini akan kemungkinan peradaban di Mars yang mungkin masih ada atau mungkin cuman sisa dari puing-puing peradaban. Apabiila kita berbicara tentang "PERADABAN" berarti kita berbicara tentang "MANUSIA", dan apabila kita berbicara tentang "MANUSIA", berarti kita berbicara tentang "KEHIDUPAN". Mungkinkah ada/pernah ada kehudipan di Mars?. Banyak spekuliasi yang berkembang baik dari para Ilmuan, Pers, maupun masyarakan awam namun Penulis hanya akan memaparkan tanpa memberikan opini dalam kasus ini.


Manusia sebagai makhluk sosial

Manusia selain sebagai makhluk individu, manusia juga disebut sebagai makhluk sosial. Artinya manusia memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia yang lain, selanjutnya interaksi ini berbentuk kelompok. Kemampuan dan kebiasaan manusia berkelompok ini disebut juga dengan zoon politicon.

Istilah manusia sebagi zoon politicon pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles yang artinya manusia sebagai binatang politik. Manusia sebagai insan politik atau dalam istilah yang lebih populer manusia sebagi zoon politicon, mengandung makna bahwa manusia memiliki kemampuan untuk hidup berkelompok dengan manusia yang lain dalam suatu organisasi yang teratur, sistematis dan memiliki tujuan yang jelas, seperti negara.


Sebagai insan politik, manusia memiliki nilai-nilai yang bisa dikembangkan untuk mempertahankan komunitasnya. Argumen yang mendasari pernyataan ini adalah bahwa manusia sebagaimana binatang, hidupnya suka mengelompok. Hanya sifat berkelompok pada manusia adalah suatu kebutuhan dan kebiasaan yang muncul sejak usia kanak-kanak dan mampu berkomunikasi.

Nilai adalah prinsip-prinsip dasar yang dianggap paling baik, paling bermakna, paling berguna, paling menguntungkan, dan paling dapat mendatangkan kebiasaan bagi manusia. Nilai kesatuan mengandung makna bahwa komunitas politik merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki tekad untuk bersatu dan komunitas politik hanya terwujud apabila ada persatuan. Nilai solidaritas mengandung makna bahwa hubungan antar manusia dalam komunitas politik bersifat saling mendukung dan selalu membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan manusia yang lain.

Nilai kebersamaan mengandung arti komunitas politik merupakan wadah bagi mereka untuk mewujudkan tujaun hidup yang diidam-idamkan. Nilai organisasi mengandung makna bahwa komunitas politik yang dibangun manusia, mengatur dirinya dalam bentuk pengorganisasi yang memungkinkan tiap-tiap menudia mengambil perannya. Aktualisasi manusia sebagai makluk sosial, tercermin dalam kehidupan berkelompok.


Manusia selalu berkelompok dalam hidupnya. Berkelompok dalam kehidupan manusia adalah suatu kebutuhan, bahkan bertujuan. Tujuan manusia berkelompok adalah untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidupnya. Apapun bentuk kelompoknya, disadari atau tidak, manusia

Mengenal sosok nabi muhamad saw

MUHAMMAD bin ABDULLAH adalah Nabi pembawa ajaran Islam, dan diyakini oleh umat Muslim sebagai nabi dan (Rasul) yang terakhir. Menurut sirah (biografi) yang tercatat tentang Muhammad, ia disebutkan lahir sekitar 20 April 570/ 571, di Mekkah (Makkah) dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah pada usia 63 tahun. Kedua kota tersebut terletak di daerah Hejaz (Arab Saudi saat ini). Beliau haram digambarkan dalam bentuk patung ataupun gambar ilustrasi.

Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang dan terpecah belah oleh sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia di dalam pertempuran.
Sebelum masa kenabian, Muhammad mendapatkan dua julukan dari suku Quraisy (suku terbesar di mekkah yang juga suku dari Muhammad) yaitu Al-Amin yang artinya “orang yang dapat dipercaya” dan As-Saadiq yang artinya “yang benar”. Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasul Allāh (رسول الله), kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti “semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya”; sering disingkat “S.A.W” atau “SAW”) setelah namanya.
Muhammad juga mendapatkan julukan Abu al-Qasim yang berarti “bapak Qasim”, karena Muhammad pernah memiliki anak lelaki yang bernama Qasim, tetapi ia meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa…
Nabi Muhammad lahir pada Tahun Gajah, yaitu tahun 570 M, yang merupakan tahun gagalnya Abrahah menyerang Mekkah. Muhammad lahir di kota Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan. Ayahnya, Abdullah, meninggal dalam perjalanan dagang di Madinah, yang ketika itu bernama Yastrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi.
Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke Yatsrib (sekarang Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa’ yang terletak tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan di sana. Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya, ‘Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, ia dijaga oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah ia diminta menggembala kambing-kambingnya di sekitar Mekkah dan kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah, Lebanon, dan Palestina).
Hampir semua ahli hadits dan sejarawan sepakat bahwa Muhammad lahir di bulan Rabiulawal, bahwa ia lahir pada hari Senin, 12 Rabiulawal (2 Agustus 570 M)
Ketika Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang dewasa, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu untuk menambah keterampilannya dalam berdagang. Perdagangan menjadi hal yang umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan yang stabil. Muhammad sering menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan kabar tentang kejujuran dan sifatnya yang dapat dipercaya menyebar luas dengan cepat, membuatnya banyak dipercaya sebagai agen penjual perantara barang dagangan penduduk Mekkah.
Salah seseorang yang mendengar tentang kabar adanya anak muda yang bersifat jujur dan dapat dipercaya dalam berdagang dengan adalah seorang janda yang bernama Khadijah. Ia adalah seseorang yang memiliki status tinggi di kalangan suku Arab. Sebagai seorang pedagang, ia juga sering mengirim barang dagangan ke berbagai pelosok daerah di tanah Arab. Reputasi Muhammad membuat Khadijah memercayakannya untuk mengatur barang dagangan Khadijah, Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua kali lipat dan Khadijah sangat terkesan ketika sekembalinya Muhammad membawakan hasil berdagang yang lebih dari biasanya.
Seiring waktu akhirnya Muhammad pun jatuh cinta kepada Khadijah, mereka menikah pada saat Muhammad berusia 25 tahun. Saat itu Khadijah telah berusia mendekati umur 40 tahun, namun ia masih memiliki kecantikan yang dapat menawan Muhammad. Perbedaan umur yang jauh dan status janda yang dimiliki oleh Khadijah tidak menjadi halangan bagi mereka, walaupun pada saat itu suku Quraisy memiliki budaya yang lebih menekankan kepada perkawinan dengan seorang gadis ketimbang janda. Meskipun kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad tetap hidup sebagai orang yang sederhana, ia lebih memilih untuk menggunakan hartanya untuk hal-hal yang lebih penting.
Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan Ka’bah. Pada saat pemimpin-pemimpin suku Quraisy berdebat tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan suku-suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya “orang yang dapat dipercaya”.
Diriwayatkan pula bahwa Muhammad adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu. Ia dikenal menyayangi orang-orang miskin, janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang berarti “yang benar”.
Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri ke Gua Hira’ sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur (merenung) dan mencari ketenangan dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut yang senang bergerombol. Dari sini, ia sering berpikir dengan mendalam, dan memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.
Muhammad pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611 M, diriwayatkan Malaikat Jibril datang dan membacakan surah pertama dari Quran yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surah Al-Alaq. Muhammad diperintahkan untuk membaca ayat yang telah disampaikan kepadanya, namun ia mengelak dengan berkata ia tak bisa membaca. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Jibril berkata:

“ Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq 96: 1-5) ”
Muhammad berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari ketika ayat pertama sekaligus pengangkatannya sebagai rasul disampaikan kepadanya menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah atau tahun masehi (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah kejadian di Gua Hira tersebut, Muhammad kembali ke rumahnya, diriwayatkan ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian akibat peristiwa yang baru saja dialaminya dan meminta istrinya agar memberinya selimut.
Diriwayatkan pula untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya yang juga seorang Nasrani yaitu Waraqah bin Naufal. Waraqah banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya.
Muhammad menerima ayat-ayat Quran secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat Quran turun disertai oleh Asbabun Nuzul (sebab/kejadian yang mendasari penurunan ayat). Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al- Qurʾān (bacaan).
Sebagian ayat Quran mempunyai tafsir atau pengertian yang izhar (jelas), terutama ayat-ayat mengenai hukum Islam, hukum perdagangan, hukum pernikahan dan landasan peraturan yang ditetapkan oleh Islam dalam aspek lain. Sedangkan sebagian ayat lain yang diturunkan pada Muhammad bersifat samar pengertiannya, dalam artian perlu ada interpretasi dan pengkajian lebih mendalam untuk memastikan makna yang terkandung di dalamnya, dalam hal ini kebanyakan Muhammad memberi contoh langsung penerapan ayat-ayat tersebut dalam interaksi sosial dan religiusnya sehari-hari, sehingga para pengikutnya mengikutinya sebagai contoh dan standar dalam berperilaku dan bertata krama dalam kehidupan bermasyarakat.
Selama tiga tahun pertama sejak pengangkatannya sebagai rasul, Muhammad hanya menyebarkan Islam secara terbatas di kalanganteman-teman dekat dan kerabatnya, hal ini untuk mencegah timbulnya reaksi akut dan masif dari kalangan bangsa Arab saat itu yang sudah sangat terasimilasi budayanya dengan tindakan-tindakan amoral, yang dalam konteks ini bertentangan dengan apa yang akan dibawa dan ditawarkan oleh Muhammad. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad pada masa-masa awal adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam yang dekat dengannya di kehidupan sehari-hari, antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Setelah sekian lama banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail yang kemudian masuk ke agama yang dibawa Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun al-Awwalun atau Yang pertama-tama.
Sekitar tahun 613 M, tiga tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam, Muhammad mulai melakukan penyebaran Islam secara terbuka kepada masyarakat Mekkah, respon yang ia terima sangat keras dan masif, ini disebabkan karena ajaran Islam yang dibawa olehnya bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan pola pikir masyarakat Mekkah saat itu. Pemimpin Mekkah Abu Jahal menyatakan bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah, akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.
Walau mendapat perlakuan tersebut, ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah besar, para pengikutnya ini kemudian menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke negeri Syam, Persia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadiannya yang sudah terkenal baik memudahkannya untuk mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan untuk memeluk ajaran islam, meskipun banyak juga yang menjadi antipati mengingat saat itu sentimen kesukuan sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad mendapatkan banyak pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah Salman al-Farisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat Muhammad.
Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya gagasan untuk berhijrah (pindah) ke Habsyah (sekarang Ethiophia). Negus atau raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.
Masyarakat Arab dari berbagai suku setiap tahunnya datang ke Mekkah untuk beziarah ke Bait Allah atau Ka’bah, mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan dalam kunjungan tersebut. Muhammad melihat ini sebagai peluang untuk menyebarluaskan ajaran Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan ajarannya ialah sekumpulan orang dari Yatsrib. Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang yang telah terlebih dahulu memeluk Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk melindungi para pemeluk Islam dan Muhammad dari kekejaman penduduk Mekkah.
Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yatsrib datang lagi ke Mekkah, mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke Yastrib dikarenakan situasi di Mekkah yang tidak kondusif bagi keamanan para pemeluk Islam. Muhammad akhirnya menerima ajakan tersebut dan memutuskan berhijrah ke Yastrib PADA TAHUN 622 M.
Masjid Nabawi, berlokasi di Madinah, Arab Saudi.
Mengetahui bahwa banyak pemeluk Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha mengcegahnya, mereka beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke Yastrib, Muhammad akan mendapat peluang untuk mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah yang jauh lebih luas. Setelah selama kurang lebih dua bulan ia dan pemeluk Islam terlibat dalam peperangan dan serangkaian perjanjian, akhirnya masyarakat Muslim pindah dari Mekkah ke Yastrib, yang kemudian setelah kedatangan rombongan dari Makkah pada tahun 622 dikenal sebagai Madinah atau Madinatun Nabi (kota Nabi).
Di Madinah, pemerintahan (kekhalifahan) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam bebas beribadah (salat) dan bermasyarakat di Madinah, begitupun kaum minoritas Kristen dan Yahudi. Dalam periode setelah hijrah ke Madinah, Muhammad sering mendapat serangkaian serangan, teror, ancaman pembunuhan dan peperangan yang ia terima dari penguasa Mekkah, akan tetapi semuanya dapat teratasi lebih mudah dengan umat Islam yang saat itu telah bersatu di Madinah.
Tahun 629 M, tahun ke-8 H setelah hijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke Makkah dengan membawa pasukan Muslim sebanyak 10.000 orang, saat itu ia bermaksud untuk menaklukkan kota Mekkah dan menyatukan para penduduk kota Mekkah dan madinah. Penguasa Mekkah yang tidak memiliki pertahanan yang memadai kemudian setuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat kota Mekkah akan diserahkan tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada tahun berikutnya ketika ia kembali, ia telah berhasil mempersatukan Mekkah dan Madinah, dan lebih luas lagi ia saat itu telah berhasil menyebarluaskan Islam ke seluruh Jazirah Arab.
Muhammad memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan semua berhala yang ada di sekeliling Ka’bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan Islam di kota Mekkah.
Seperti nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad diberikan irhasat (pertanda) akan datangnya seorang nabi, seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah dikisahkan dalam beberapan kitab suci agama samawi, dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di dalam kandungan, masa kecil dan remaja. Muhammad diyakini diberikan mukjizat selama kenabiannya.
Umat Muslim meyakini bahwa Mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur’an, yaitu kitab suci umat Islam. Hal ini disebabkan karena kebudayaan Arab pada masa itu yang masih barbar dan tidak mengenal peradaban, namun oleh Al-Qur’an hal itu berubah total karena Qur’an membawa banyak peraturan keras yang menegakkan dasar-dasar nilai budaya baru di dunia Arab yang sebelumnya tidak berperadaban serta mengeliminasi akar-akar kejahatan sosial yang mengakar di dunia Arab, serta pada masa yang lebih dekat mengantarkan pemeluknya meraih tingkat perabadan tertinggi di dunia pada masanya.
Mukjizat lain yang tercatat dan diyakini secara luas oleh umat Islam adalah terbelahnya bulan, perjalanan Isra dan Mi’raj dari Madinah menuju Yerusalem dalam waktu yang sangat singkat. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasan serta kepribadiannya yang banyak dipuji serta masih menjadi panutan para pemeluk Islam hingga saat ini.
____________________________________________________________________________________________________
Fisik dan ciri-ciri Muhammad
Sosok Muhammad digambarkan oleh salah satu istinya Aisyah, sepupunya Ali bin Abi Thalib, para sahabatnya, serta orang terakhir yang masih hidup yang kala itu sempat melihat sosoknya secara langsung, yaitu Abu Taufik adalah rambut ikal berwarna sedikit kemerahan terurai hingga bahu. Kulit putih kemerah-merahan, wajah cenderung bulat dengan mata hitam dan bulu mata panjang. Tidak berkumis dan berjanggut sepanjang sekepalan telapak tangannya. Tulang kepala besar dan bahu lebar. Berperawakan sedang dan atletis. Jemari tangan dan kaki tebal dan lentik memanjang.
Langkahnya cenderung cepat dan tidak pernah menancapkan kedua telapak kaki dan dengan langkah yang cepat dan pasti. Muhammad dicirikan sangat unik oleh para sahabatnya.
Muhammad digambarkan sebagai orang yang berkulit putih dan berjenggot hitam dengan uban.
Dalam hadits lain diterangkan mengenai corak fisik Muhammad, yaitu ia bertubuh sedang, kulitnya berwarna cerah tidak terlalu putih dan tidak pula hitam. Rambutnya berombak. Ketika Muhammad wafat uban yang tumbuh di rambut dan janggutnya masih sedikit.
Ali menambahkan bahwa Muhammad memiliki rambut lurus sedikit berombak. Tidak gemuk dan tidak terlalu besar, berperawak baik dan tegak. Warna kulit cerah, matanya hitam dengan bulu mata yang panjang. Persendian tulang yang kuat dada, tangan dan kakinya kekar. Tidak memiliki bulu yang tebal tetapi hanya tipis dari dada sampai pusarnya. Jika berbicara dengan seseorang, maka ia akan menghadapkan wajahnya keorang tersebut dengan penuh perhatian. Di antara bahunya ada tanda kenabian. Muhammad orang yang baik hatinya dan paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baiknya keturunan. Siapa saja yang mendekati dan bergaul dengannya maka akan langsung merasa terhormat, khidmat, menghargai dan mencintainya.
Hidungnya agak melengkung dan mengkilap jika terkena cahaya serta tampak agak menonjol jika pertama kali melihatnya padahal sebenarnya tidak. Berjanggut tipis tapi penuh rata sampai pipi. Mulutnya sedang, giginya putih cemerlang dan agak renggang. Pundaknya bagus dan kokoh, seperti dicor perak. Anggota tubuh lainnya normal dan proporsional. Dada dan pinggangnya seimbang dengan ukurannya. Tulang belikatnya cukup lebar, bagian-bagian tubuhnya tidak tertutup bulu lebat, bersih dan bercahaya. Kecuali bulu halus yang tumbuh dari dada hingga pusar.
Lengan dan dada bagian atas berbulu. Pergelangan tangannya cukup panjang, telapak tangannya agak lebar serta tangan dan kakinya berisi, jari-jari tangan dan kaki cukup langsing. Jika berjalan agak condong kedepan melangkah dengan anggun serta berjalan dengan cepat dan sering melihat kebawah dari pada keatas. Jika berhadapan dengan orang maka ia memandang orang itu dengan penuh perhatian dan tidak pernah melototi seseorang dan pandangannya menyejukkan. Selalu berjalan agak dibelakang, terutama jika saat melakukan perjalanan jarak jauh dan ia selalu menyapa orang lain terlebih dahulu.
Dari kisah Jabir bin Samurah meriwayatkan bahwa Muhammad memiliki mulut yang agak lebar, di matanya terlihat juga garis-garis merahnya, serta tumitnya langsing. Jabir (ra) juga meriwayatkan bahwa ia berkesempatan melihat Muhammad di bawah sinar rembulan, ia juga memperhatikan pula rembulan tersebut, baginya Muhammad lebih indah dari rembulan tersebut. Abu Ishaq mengemukakan bahwa, Bara’a bin Aazib pernah berkata, bahwa rona Muhammad lebih mirip purnama yang cerah.
Abu Hurairah mengatakan bahwa Muhammad sangatlah rupawan, seperti dibentuk dari perak. Rambutnya cenderung berombak dan Abu Hurairah belum pernah melihat orang yang lebih baik dari dan lebih tampan dari Muhammad, rona mukanya secemerlang matahari dan tidak pernah melihat orang yang secepatnya. Seolah-olah tanah digulung oleh langkah-langkah Muhammad jika sedang berjalan. Dikatakan jika Abu Hurairah dan yang lainnya berusaha mengimbangi jalannya Muhammad dan nampak ia seperti berjalan santai saja.
Jabir bin Abdullah mengatakan, Muhammad pernah bersabda bahwa ia pernah menyaksikan gambaran tentang para nabi. Di antaranya adalah Musa berperawakan langsing seperti orang-orang dari Suku Shannah, dan melihat Isa yang mirip salah seorang sahabatnya yang bernama Urwah bin Mas’ud dan ketika melihat Ibrahim dikatakan sangat mirip dengan dirinya sendiri (Muhammad), kemudian Muhammad juga mengatakan bahwa ia pernah melihat Malaikat Jibril yang mirip dengan Dehya Kalbi.
Said al Jahiri mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Taufik berkata bahwa pada saat ini tidak ada lagi yang masih hidup orang yang pernah melihat secara langsung Muhammad kecuali dirinya sendiri dan Muhammad memiliki roman muka sangat cerah dan perawakan sangat baik.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa gigi depan Muhammad agak renggang tidak terlalu rapat dan jika bericara nampak putih berkilau.
PERNIKAHAN
Selama hidupnya Muhammad menikah dengan 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini). Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat. Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia,sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan.
Sepeninggal Khadijah, Khawla binti Hakim menyarankan kepadanya untuk menikahi Sawda binti Zama (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar, dimana Muhammad akhirnya menikahi keduanya. Kemudian setelah itu Muhammad tercatat menikahi beberapa orang wanita lagi hingga jumlah seluruhnya sekitar 11 orang, dimana sembilan di antaranya masih hidup sepeninggal Muhammad