Rabu, 07 Desember 2016

Yang Bertanggung Jawab dan Menjamin Keberhasilan Kurikulum 2013

Implementasi kurikulum seharusnya dapat mewujudkan visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional secara bertahap, namun dalam kenyataannya seringkali menghadapi berbagai masalah dan tantangan, sehingga terjadi tidak sesuai dengan apa yang di harapkan, bahkan mengalami kegagalan. Oleh karena itu, setiap perubahan kurikulum mestinya memperhatikan kondisi-kondisi  yang di alami dalam implementasi kurikulum sebelumnya, tidak bisa serampangan, juga tidak boleh terlalu di paksakan. Kesan di paksakan sepertinya di miliki oleh kurikulum 2013, kurikulum ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, tetapi pro dan kontra, bahkan kurang dari satu bulan dari waktu yang di rencanakan untuk implementasi, kurikulum ini belum mendapat persetujuan dewan perwakilan rakyat ( DPR). Meskipun demikian mendikbud mohammad nuh sangat optimis dengan kurikulum ini, bahkan dengan semangat yang menggebu-gebu mengungkapkan “ pokoknya kurikulum 2013 harus jalan “. Ungkapan tersebut mengandung arti bahawa apapun yang terjadi, perubahan kurikulum ini tidak boleh di tunda-tunda lagi. Biar anjing menggonggong, kafilah tetap berlaku.
Kurikulum 2013 merupakan proyek yang anggarannya mencapai angka 2,5 triliun, karena melibatkan banyak orang dan lembaga. Konon, untuk membiayai implementasi kurikulum 2013 ini di UMNA banten, saya mengungkapkan dan mengajukan permasalahan sebagai berikut : siapa yang bertanggung jawab dan menjamin keberhasilan implementasi kurikulum 2013 ? ; siapa yang berani  di gantung di monas, kalau implementasi kurikulum 2013 gagal seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dari 800 peserta yang hadir dari berbagai kalangan, tidak ada satupun yang berani angkat bicara, mereka hanya mesem,bertepuk tangan, memperkuat, dan mengiyakan ungkapan di  atas.
Pertanyaan ini wajar kita ungkapkan, bahkan harus di ungkapkan, karena proyek ini memakan dana masyarakat, bahkan dana pinjaman yang sangat besar, jangan sampai menjadi “proyek bancakan nasional” yang mengorbankan masyarakat. Pertanyaan ini juga wajar di ungkapkan karena  kenyataannya, di sekolah-sekolah tentu pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 di rancang dengan pendampingan berjenjang yang persiapan teknis dan sumber daya manusianya begitu rumit sehingga sulit di realisasikan. Proses sosialisasi pun tidak di lakukansecara optimal, tidak menyentuh seluruh pelaksana di lapangan sehingga, para guru masih banyak yang kebingungan.
Meskipun demikian, “proyek bancakan nasional” ini melibatkan banyak lembaga dalam implementasinya, yang seharusnya bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum 2013.
                Lembaga-lembaga tersebut adalah :
a.       Lembaga di pusat :
1.       Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
2.       DPR
3.       Irjen depdiknas
4.       Balitbangdiknas
5.       BSNP
6.       Puskubuk
7.       Bagian kurikulum pada Direktorat Dikdasmen. ( SD, SMP dan SMA )
8.       Bagian Pendidikan di Depertemen Agama
9.       LSM Peduli Pendidikan
Lembaga di daerah ( provinsi, kabupaten/ kota ) :
1.       Gubernur
2.       Bawasda
3.       Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP)
4.       Bagian Kurikulum di Disdik
5.       Bagian Pendidikan di Departemen Agama
6.       DPRD
7.       Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah / Madrasah
8.       LSM
Jadi, nara sumber dari instruktur pelatihan juga harus ikut bertanggung jawab terhadap implementasi kurikulum 2013 ini. Sesuai dengan rencana pengembangannya , nara sumber dan instruktur pelatihan tersebut antara lain adalah Wapres, DPR, Menko Kesra, Mendikbud, Motivator, Tim pengembangan kurikulum, Tim pengarah, Tim inti, dan pakar perguruan tinggi.
Dengan demikian, banyak lembaga, organisasi, maupun perseorangan yang terlibat dalam proyek nasional perubahan kurikulum 2013, tetapi belum ada jaminan bahwa kurikulum tersebut mampu membawa bangsa dan Negara ini kea rah kemajuan. Lebih dari itu, tidak ada seorang pun yang berani “ di gantung di monas “ jika ternyata kurikulum ini menghadapi kegagalan dalam implementasinya, beda dengan Anas yang bderani di gantung di monas apabila terbukti terlibat dalam kasus hambalang. Kita berdoa saja. Mudah-mudahan tidak seperti yang di bayangkan. Mudah-mudahan kurikulumk 2013 ini mampu menghasilkan insane yang produktif, kreatif, inovatif dan berkarakter.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar