Dalam
kehidupan dari waktu ke waktu manusia (makhluk hidup) mengalami suatu
perkembangan, entah itu dalam fisik atau psikologisnya. Dimana dalam kehidupan
sehari-hari perkembangan fisik lebih dikenal dengan sebutan pertumbuhan,
sedangkan pada yang lainnya (nonfisik) dinamakan dengan perkembangan
psikologis. Perkembangan psikologi dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan
tertentu yang muncul pada diri manusia (binatang) di antara konsepsi (pembuahan)
dan mati.
Dengan
akal pikirannya, manusia juga dapat menelusuri berbagai ilmu pengetahuan yang
berguna bagi kehidupannya. Banyak sekali ilmu pengetahuan yang telah ditemukan
oleh manusia, diantaranya adalah tentang ilmu psikologi perkembangan. Ilmu ini
telah banyak di pelajari orang sejak ilmu ini mulai ditemukan hingga sekarang,
terutama bagi guru, pendidik dan tenaga kependidikan lainnya, serta mahasiswa.
Dunia
pendidikan juga perlu mengalami perubahan yang sama cepatnya dengan perubahan
zaman, terutama dengan diberlakukannya
Kurikulum Nasional (2013) yang baru. Untuk mencapai perubahan tersebut
perlu adanya keinginan atau kemampuan guru untuk dapat meningkatkan kemampuan,
kapasitas dan kompetensi yang memadai guna mendukung perannya dalam pendidikan.
Guru harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional. Guru memiliki
peranan yang sangat penting dalam pendidikan, khususnya perkembangan peserta
didiknya. Kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas guru. Sebaik apapun kurikulum yang ada, tetapi bila
mutu guru masih belum memadai maka pendidikan tidak akan berjalan sesuai dengan
harapan. Maka dari itu, guru merupakan kunci utama untuk meningkatkan mutu
pendidikan.
Setiap
organisme, baik manusia maupun hewan, pasti mengalami peristiwa perkembangan
selama hidupnya. Perkembangan ini meliputi seluruh bagian dengan keadaan yang
dimiliki oleh organisme tersebut baik yang bersifat konkret maupun yang
bersifat abstrak. Jadi, arti dari peristiwa perkembangan itu, khususnya
perkembangan manusia tidak hanya tertuju pada aspek psikologis saja, tetapi
juga aspek biologis perkembangan anak.
A.
Pengertian
psikologi perkembangan
Psikologi,
menurut Mussen dan Rosenwieg adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang mind (pikiran) atau the study of mind, tetapi dalam perkembangannya kata mind berubah menjadi behavior (tingkah laku) sehingga
psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku
manusia.
Psikologi
berasal dari Bahasa Yunani kuno yaitu Psychaē
yang berarti jiwa dan Logia yang
artinya ilmu. Jadi secara etimologis, psikologi dapat diartikan sebagai ilmu
yang mempelajari tentang jiwa.
Secara
harfiah, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, psikologi tidak
mempelajari jiwa itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi
psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa tersebut, yakni
berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga psikologi dapat di
definisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tingkah laku dan
proses mental. Beberapa ahli berbeda pendapat dalam memeberikan batasan
psikologi, yaitu sebagai berikut:
1. Fieldman
Psikologi adalah
ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku dan proses mental.
2. Clifford
T. Morgan
Psikologi adalah
ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan hewan.
3. Gardner
Murpgy
Psikologi adalah
ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap
lingkungannya.
4. Kamus
psikologi (Chaplin)
Psychology
as a science (psikologi sebagai ilmu pengetahuan)
adalah ilmu mengenai tingkah laku manusia dan binatang; studi mengenai
organisme dalam segala variasi dan kompleksitasnya, untuk bereaksi terhadap
perubahan yang terus-menerus dan aliran dari kejadian-kejadian fisik/ragawi dan
peristiwa-peristiwa sosial yang menyusun lingkungannya.
5. Wilhelm
Wundt
Psikologi adalah
ilmu yang mempelajari kesadaran manusia.
6. Woodworth
dan Marquis
Psikologi adalah
ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, yang terlihat maupun yang tidak
terlihat meliputi aktivitas fisik, emosional, dan berpikir.
Secara umum, psikologi dapat dibedakan menjadi dua
cabang, yaitu psikologi teoritis dan psikologi terapan. Psikologi teoritis
dibagi menjadi dua, yaitu psikologi umum dan psikologi khusus. Psikologi umum
adalah psikologi teoritis yang mempelajari aktivitas-aktivitas mental manusia
yang bersifat umum dalam rangka mencari dalil-dalil umum dan teori-teori
psikologi. Sedangkan psikologi khusus adalah psikologi teoritis yang
menyelidiki segi-segi khusus aktivitas manusia, psikologi khusus terdiri atas:
a. Psikologi
perkembangan, mengkaji perkembangan tingkah laku dan aktivitas mental manusia
sepanjang rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi hingga meninggal
dunia.
b. Psikologi
sosial, mengkaji aktivitas manusia dalam kaitannya dengan situasi sosial.
c. Psikologi
kepribadian, mengkaji struktur kepribadian manusia sebagai satu kesatuan utuh.
d. Psikologi
abnormal, mengkaji aktivitas mental individu yang tergolong abnormal.
e. Psikologi
diferensial, menguraikan perbedaan-perbedaan antar individu.
f. Psikologi
industri, mengkaji perilaku individu dalam kaitannya dengan dunia industri.
g. Psikologi
pendidikan, mengkaji perilaku individu dalam situasi pendidikan.
Dalam usaha memahami psikologi perkembangan, kita
harus mengetahui apa yang dimaksud dengan perkembangan. Mulanya, kata
perkembanagn berasal dari biologi, kemudian pada abad ke-20 ini kata
perkembangan digunakan dalam psikologi.karena perkembangannya pertama-tama
digunakan dalam biologi, pada masa berikutnya ada ahli-ahli yang menyebut
pertumbuhan, disamping kata perkembangan, bahkan ada orang yang menyebut kedua
istilah itu untuk maksud yang sama.
Perkembangan tidak terbatas pada pengertian
pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan didalamnya terkandung serangkaian
perubahan yang berlangsung secara terus-menerus dan bersifat tetap dari fungsi
jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ke tahap kematangan
melalui pertumbuhan, pematangan, dan belajar. Perkembangan menghasilkan
bentuk-bentuk dan ciri-ciri kemampuan
baru yang berlangsung dari tahap aktivitas yang sederhana ke tahap yang
lebih tinggi. Perkembangan itu bergerak secara berangsur-angsur tapi pasti,
yang kian hari kian bertambah maju, mulai dari masa pembuahan dan berakhir
dengan kematian.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991),
“perkembangan” adalah perihal berkembang. Selanjutnya, kata “berkembang” ini
berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta
menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan
sebagainya. Dengan dmeikian, kata “berkembang” tidak saja meliputi aspek yang
berarti abstrak, seperti pikiran dan pengetahuan, tetapi juga meliputi aspek
yang bersifat konkret.
Setelah diketahui tentang batasan perkembangan maka
selanjutnya diuraikan tentang pengertian psikologi perkembangan, yaitu seperti
berikut:
1. Psikologi
perkembangan adalah suatu ilmu yang merupakan bagian dari psikologi yang
mempelajari kekhususan daripada tingkah laku individu.
2. Psikologi
perkembangan adalah suatu ilmu yang lebih mempersoalkan faktor-faktor umum yang
memengaruhi proses perkembangan yang terjadi dalam diri pribadi seseorang,
dengan menitikberatkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan (F.J.
Monks, Kenoers, Siti Rahayu Haditono).
3. Psikologi
perkembangan (psikologi anak) adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku
manusia yang dimulai dengan masa-masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa
remaja sampai masa menjelang dewasa.
Psikologi perkembangan (developmental psychology) adalah suatu ilmu yang merupakan bagian
dari bagian psikologi. Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk ke
dalam psikologi khusus, yaitu psikologi yang mempelajari kekhususan dari
tingkah laku individu. Satu cabang dari psikologi yang ditunjukkan untuk
memahami semua perubahan yang terkait dari pertambahan usia yang dialami oleh
manusia sepanjang rentan kehidupan, yang perubahan dalam kepribadian, moral,
dan proses berpikir.
Dari beberapa definisi diatas, dapat diambil
pemahaman yang lebih sederhana bahwa psikologi perkembangan yaitu suatu cabang
dari psikologi yang membahas tentang gejala jiwa seseorang baik menyangkut
perkembangan atau kemunduran perilaku seseorang sejak masa konsepsi hingga
dewasa.
Objek psikologi perkembangan adalah perkembangan
manusia sebagai pribadi (F.J. Monk, 2006: 1). Para ahli psikolog juga tertarik
akan masalah seberapa jauhkah perkembagan manusia tadi dipengaruhi oleh
perkembangan masyarakatnya. Psikologi perkembangan yang utama tertuju pada
perkembangan manusianya sebagai person.
Masyarakat merupakan tempat berkembangnya person.
Perkembangan pribadi manusia ini berlangsung sejak konsepsi sampai mati.
Perkembangan yang dimaksudkan adalah proses tertentu yang terus-menerus dan
proses yang menuju ke depan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali.
B.
Tujuan,
Fungsi, dan Manfaat Psikologi Perkembangan
1. Tujuan
Mempelajari Psikologi Perkembangan Peserta Didik
Seperti yang
kita ketahui bahwa setiap kegiatan harus bertujuan. Sama halnya dengan mempelajari
psikologi perkembangan peserta didik yang memiliki tujuan diantaranya sebagai
berikut:
a) Untuk
mengetahui tingkah laku individu itu sesuai atau tidak dengan tingkat
usia/perkembangannya.
b) Untuk
mengetahui tingkat kemampuan individu pada setiap fase perkembangannya.
c) Untuk
mengetahui kapan individu bisa diberi stimulus pada tingkat perkembangan
tertentu.
d) Agar
dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan
dihadapi anak.
e) Khusus
bagi guru, agar dapat memilih dan memberikan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak,
terutama dalam kegiatan proses belajar mengajar.
f) Memberikan,
mengukur, dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang
sedang berkembang sesuai dengan tingkat usia dan yang mempunyai ciri-ciri
universal, dalam artian yang berlaku bagi anak-anak dimana saja dalam
lingkungan sosial-budaya mana saja.
g) Mempelajari
karakteristik umum perkembangan peserta didik, baik secara fisik, kognitif,
maupun psikososial.
h) Mempelajari
perbedaan-perbedaan yang bersifat pribadi pada tahapan, atau masa perkembangan
tertentu.
i)
Mempelajari tingkah laku anak pada
lingkungan tertentu yang menimbulkan reaksi yang berbeda.
j)
Mempelajari penyimpangan tingkah laku
yang dialami seseorang seperti kenakalan, kelainan-kelainan dalam
fungsionalitas inteleknya, dll.
2. Fungsi
psikologi sebagai ilmu
a) Menjelaskan,
yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi.
Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.
b) Memprediksikan,
yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah
laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.
c) Pengendalian,
yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya
berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau
treatment serta rehabilitasi atau perawatan.
3. Kegunaan
mempelajari psikologi perkembangan
Dengan
mempelajari psikologi perkembangan, diharapkan mampu memahami diri Anda dan
individu pada umumnya dengan lebih baik, sehingga Anda dapat membina dan
mengembangkan kea rah kehidupan yang lebih positif sesuai dengan tuntutan
professional guru, yaitu dapat memberikan bantuan pada perkembangan fisik
maupun psikis anak seoptimal mungkin, memilih dan menentukan tujuan materi dan
strategi belajar sesuai dengan tingkat kemampuan intelektual anak, menghadapi
anak dengan benar dalam membentuk perilaku dengan benar serta dapat terhindar
dari pemahaman yang salah tentang anak.
Menurut
Hurlock (1980: 5-6) beberapa manfaat psikologi perkembagan adalah sebagai
berikut:
a) Membantu
apa yang diharapkan oleh anak dan kapan yang diharapkan itu muncul.
b) Dengan
apa yang diharapkan dari anak, memungkinkan untuk menyusun pedoman dalam bentuk
skala tinggi-berat, usia-berat, usia-mental dan skala perkembangan sosial atau
emosional.
c) Memungkinkan
para orangtua atau guru memberikan bimbingan belajar yang tepat.
d) Mengetahui
perkembangan yang normal pada anak.
Manfaat
lain yang akan diperoleh guru atau calon guru adalah sebagai berikut:
a) Seorang
guru akan dapat memberikan harapan yang realitas terhadap anak dan remaja. Ini
adalah penting, karena jika terlalu banyak yang diharapkan pada usia tertentu,
anak mungkin akan mengembangkan perasaan tidak mampu jika ia tidak mencapai
standar yang ditetapkan orangtua atau guru. Sebaliknya, jika terlalu sedikit
yang diharapkan dari mereka, mereka akan kehilangan rangsangan untuk
mengembangkan kemampuannya.
b) Dapat
membantu kita dalam memberikan respons yang tepat terhadap perilaku tertentu
seorang anak. Psikologi perkembangan dapat membantu menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan arti dan sumber pola berpikir,
perasaan, dan tingkah laku anak.
c) Akan
membantu orangtua dan guru dalam mengahadapi tantangan saat membesarkan dan
mendidik anak-anak/siswanya.
d) Memungkinkan
para guru untuk sebelumya mempersiapkan anak menghadapi perubahan yang akan
terjadi pada tubuh, perhatian dan perilakunya.
e) Memberikan
informasi tentang siapa kita, bagaimana kita dpaat seperti ini, dan kemana masa
depan akan membawa kita.
f) Memungkinkan
guru memberikan bantuan dan pendidikan yang tepat sesuai dengan pola-pola dan
tingkat-tingkat perkembangan anak.
C.
Aspek
dan Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Peserta Didik
1. Pertumbuhan
fisik
a) Pertumbuhan
sebelum lahir
Masa sebelum
lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat kompleks,
karena pada masa itu merupakan sebuah awal terbentuknya organ-organ tubuh dan
tersusun jaringan syaraf yang membentuk sistem syaraf yang lengkap. Kelahiran
pada dasarnya merupakan pertanda kematangan biologis, masing-masing komponen
biologi telah mampu berfungsi secara mandiri.
b) Pertumbuhan
setelah lahir
Pertumbuhan
fisik seorang anak dapat dibagi menjadi empat masa utama; yaitu dua masa
ditandai dengan masa pertumbuhan cepat dan masa berikutnya dicirikan dengan
pertumbuhan yang lambat. Selama masa pralahir dan 6 bulan setelah lahir,
pertumbuhan tubuhnya sangat cepat. Pada akhir tahun pertama kehidupan
pacalahirnya, pertumbuhan seorang bayi akan memperlihatkan tempo yang sedikit
lambat dan kemudian akan menjadi stabil saat anak memasuki tahap remaja. Ketika
anak berusia 8 sampai 12 tahun , mulai saat itu hingga ia berumur 15-16 tahun,
pertumbuhan fisiknya akan cepat kembali dan biasanya masa ini disebut ledakan
pertumbuhan pubertas. Masa ini kemudian
akan disusul dengan masa tenang kembali sampai ia memasuki usia tahap
dewasa.
2. Perkembangan
Intelektual
Perkembangan
ini juga dikenal dengan nama perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif ini
menurut piaget mengikuti tahap-tahap sebagai berikut:
a. Tahap
Sensori Motor (0-2 setengah tahun)
Masa
ketika bayi menggunakan sistem pengindraan dan aktivitas motorik untuk mengenal
lingkungannya. Bayi menggunakan reaksi motorik atas rangsangan-rangsangan yang
diterimanya dalam bentuk refleks. Refleks-refleks ini kemudian berkembang lagi
lebih canggih, misalnya berjalan.
b. Tahap
Pra-Operasional (usia 2-7 tahun)
Pada
tahap ini, kemampuan skema kognitifnya masih terbatas. Peserta didik suka
meniru perilaku orang lain. perilaku yang ditiru terutama perilaku orang lain,
khususnya orangtua dan guru yang pernah ia lihat ketika orang itu merespons
terhadap perilaku orang, keadaan, dan kejadian yang dihadapi pada masa lampau.
c. Tahap
Operasional Konkret (usia 7-11 tahun)
Pada
tahap ini, peserta didik sudah mulai memahami aspek kumulatif materi, misalnya
volume dan jumlah. Dalam tahap ini, anak mulai mengembangkan 3 hal, yaitu:
1) Identifikasi:
mengenali sesuatu.
2) Negasi:
Mengingkari sesuatu.
3) Reprokasi:
Mencari hubungan timbal balik antara beberapa hal.
d. Tahap
Operasional Formal (11-15 tahun)
Pada
masa ini, peserta didik sudah memasuki masa remaja. Perkembangan kognitif
peserta didik pada masa ini telah memiliki kemampuan mengoordinasikan dua
ragaan kognitif, baik secara simultan (serentak) maupun berurutan.
3. Emosi
Emosi
dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus dimiliki oleh manusia
dalam hidupnya atau dalam pertumbuhannya dan perkembangan manusia. Kebutuhan
manusia dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu kebutuhan jasmani dan
kebutuhan rohani. Kebutuhan tersebut ada yang primer atau tidak bisa ditunda
dan ada kebutuhan sekunder atau kebutuhan yang dapat ditunda. Jika individu
kebutuhannya ada yang tidak terpenuhi, terutama kebutuhan primer, maka ia akan
merasa kecewa. Dan jika kebutuhannya terpenuhi, maka ia akan merasa senang dan
puas. Hal inilah yang dimaksud dengan emosi manusia yang mengandung unsur
senang dan tidak senang.
4. Sosial
Manusia
sebagai makhluk sosial yang tentu tidak dapat hidup tanpa bantuan dari manusia
lain.
5. Bahasa
Bahasa
sebagai alat komunikasi juga dapat diartikan sebagai tanda gerakan, dan suara
untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain. Dalam berbahasa, ada dua
pihak yang terlibat, yaitu pihak penyampai dan pihak penerima. Dalam
percakapan, pihak-pihak itu saling bergantian fungsinya.
6. Bakat
khusus
Bakat
merupakan kemampuan khusus yang dimiliki oleh seseorang atau individu yang
hanya dengan sedikit rangsangan atau latihan, kemampuan itu akan berkembang
dengan baik. Seseorang yang memiliki bakat akan cepat dapat diamati, sebab
kemampuan yang dimiliki akan berkembang dengan pesat dan menonjol.
7. Sikap,
Nilai, dan Moral
Bloom
(Woolfolk dan Nocilich, 1984) mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses
belajar dikelompokkan menjadi tiga sasaran, yaitu kognitif, afektif, dan
psikomotor. Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikisnya, anak mulai
dikenalkan dengan nilai-nilai, ditunjukkan dengan hal yang benar dan salah.
Seiring dengan
perkembangan individu, berangsur-angsur anak akan mulai mengikuti berbagai
ketentuan yang berlaku di dalam keluarga dan semakin lama semakin luas sampai
dengan ketentuan yang berlaku di dalam masyarakat dan negara.
Faktor-faktor yang memengaruhi individu berbeda-beda
antara yang satu dengan yang lainnya. Ada 3 faktor yang memengaruhi individu
yaitu faktor hereditas, lingkungan, dan faktor gabungan antara keduanya.
1. Faktor
Hereditas
Dipahami
sebagai faktor yang dibawa oleh anak. Anak mewariskan sesuatu dari orang
tuanya. Anak berkembang secara fisik dan psikis bukan karena pengaruh dari yang
lain, akan tetapi ditentukan oleh pembawaannya sendiri. Lingkungan tidak
memberikan pengaruh apa-apa pada sang anak.
Aliran
hereditas merupakan faktor penentu dalam kehidupan seseorang dan dikenal dengan
aliran nativisme. Tokoh aliran ini adalah Arthur Eschopenhaur, seorang filsof
Jerman.
2. Faktor
Lingkungan
Faktor
lingkungan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Aliran yang
terkenal yang menyatakan bahwa pengalaman atau lingkungan memberi pengaruh dan
merupakan faktor penentu perkembangan individu dikenal dengan aliran empirisme.
Tokoh aliran ini adalah Jhon Locke.
3. Faktor
Gabungan (Hereditas dan Lingkungan)
Faktor ini
menyatakan bahwa perkembangan seseorang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan
faktor lingkungan dan pengalaman. Aliran ini dikenal dengan aliran konvergensi.
Tokoh dari aliran ini adalah William Stern dari Jerman.
D.
Perkembangan dan Pertumbuhan
Istilah
perkembangan dan pertumbuhan sering digunakan orang secara ilmiah “interchangeably”, artinya kedua istilah
itu dipakai secara silih berganti dengan maksud yang sama. Sebenarnya,
masing-masing istilah ini mempunyai pengertian yang berbeda, dan perbedaan ini
masih jarang diperhatikan orang, begitu pula oleh sebagian orang besar para
ahli atau penulis tentang psikologi pendidikan.
Ada
beberapa perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan lebih
banyak berkenaan aspek-aspek jasmaniah atau fisik, sedangkan perkembangan dengan
aspek-aspek psikis atau rohaniah. Pertumbuhan menunjukan perubahan atau
penambahan secara kuantitas, yaitu penambahan dalam ukuran besar atau tinggi,
sedangkan perkembangan berkenaan dengan meningkatkan kualitas, yaitu
peningkatan dan penyempurnaan fungsi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
pertumbuhan berkenaan dengan penyempurnaan struktur, sedangkan perkembangan
dengan penyempurnaan fungsi.
1. Pengertian Perkembangan
Dalam
penjelasan mengenai teori perkembangan terdapat perbedaan di dalam memahami apa
yang dimaksud dalam perkembangan dan mengenai cara perkembangan berlangsung.
Namun, terdapat beberapa prinsip umum yang didukung hampir semua para ahli,
yaitu seperti berikut.
a. Manusia
berkembang dalam tingkat yang berbeda
Dalam kelas anda akan memiliki
seluruh bentangan contoh mengenai tingkatan perkembangan yang berbeda. Beberapa
siswa akan lebu=ih besar, terkoodinasi lebih baik, atau lebih dewasa dibanding
dengan yang lainnya.
b. Perkembangan
relatif runtut
Orang cenderung mengembangan
kemampuan tertentu sebelum kemampuan yang lain.
c. Perkembangan
berjalan secara gradual
Sangat jarang perubahan terjadi
setiap hari. Jadi, di dalam perkembangan manusia membutuhkan waktu, dan
perkembangan itu berjalan relative sangat lambat dan tidak setiap hari
berlangsung.
Istilah perkembangan (development) dalam psikologi merupakan
sebuah konsep yang cukup rumit dan kompleks. Di dalamnya terkandung banyak
dimensi. Oleh sebab itu, untuk dapat memahami konsep perkembangan, perlu
terlebih dahulu memahami beberapa konsep lain yang terkandung di dalamnya, di
antaranya; pertumbuhan, kematangan, dan perubahan.
Para ahli berbeda-beda
dalam memberikan pengertian tentang perkembangan :
§ E.
B. Hurlock; perkembangan merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi
sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman, dan terdiri atas
serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
§ Arifin;
perkembangan merupakan perubahan-perubahan dalam bentuk bagian tubuh dan
integrasi dan hanya dapat dilihat gelaja-gejalanya
§ F.J.
Monks, dkk. (2001); perkembangan menunjuk pada suatu proses ke arah yang lebih
sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk
pada perubahan yang bersifat tetap dan tudak dapat diputar kemabali.
Perkembangan juga dapat diartikan sebagai proses yang kekal dan tetap yang
menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi,
berdasarkan pertumbuhan, pematangan, dan belajar (F.J. Monks, dkk, 2001: 1)
Perkembangan juga dapat
diartikan sebagai suatu proses perubahan dari diri individu atau organisme,
baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) menuju tingkat kedewasaan atau
kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresifm dan berkesinambungan.
Yang dimaksud dengan sistematis, progresif, berkesinambungan adalah :
·
Sistematis,
artinya
perubahan dalam perkembangan saling ketergantungan dan saling memengaruhi;
·
Progresif,
artinya
perubahan yang bersifat maju, meluas, mendalam, meningkat baik secara
kualitatif (fisik) dan kuantitatif (psikis)
·
Berkesinambungan,
artinya
perubahan yang terjadi pada setiap individu terjadi secara berurutan
Istilah perkembangan
berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses
kematangan dan pengalaman (Hurlock, 1976; 2). (Seifert dan Hoffnung, 1994; 9)
mendefinisikan perkembangan sebagai long-term
changes in a person’s growth feeling, patterns of thinking, social
relationships, and motor skills. Sementara itu, Dianie E. Papilia (2008: 3)
mengartikan perkembanngan sebagai perubahan yang berkesinambungan dan
progresif, dalam organisme dari lahir sampai mati; pertumbuhan, perubahan dalam
bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian jasmaniah ke dalam bagian-bagian
fungsional, dan kedewasaan atau kemunculan pola-pola asasi dari tingkah laku yang
tidak dipelajari.
Jadi perkembangan
adalah perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, dari
lahir sampai mati dan tidak dapat diulang kembali. Dari pendapat para ahli di
atas dapat disimpulkan bahwa pengertian perkembangan, yaitu merupakan perubahan
individu ke arah yang lebih sempurna yang terjadi dari proses terbentuknya
individu sampai ahir hayat dan berlangsung secara terus-menerus.. secara umum,
perkembangan adalah rangakian perubahan sepanjang rentang kehidupan yang
bersifat progresif, teratur, berkesinambungan, dan akumulatif yang menyangkut
segi kuantitatif dan kualitatif, sebagai hasil interaksi antara maturasi dan
proses belajar.
Psikologi perkembangan
(developmental psychology) adalah
suatu ilmu yang merupakan bagian dari psikologi. Dalam ruang lingkup psikologi,
ilmu ini termasuk psikologi khusus, yaitu psikologi yang mempelajari kekhususan
dari tingkah laku individu. Satu cabang psikologi yang ditunjukan untuk
memahami semua perubahan yang terkait dengan pertambahan usia yang dialami oleh
manusia sepanjang rentang kehidupannya, yaitu perubahan di dalam kepribadian,
moral, dan proses belajar berpikir.
Pembagian masa-masa
perkembangan seperti yang dikemukakan oleh Harvey A. Tilker, dalam bukunya Developmental Psycology to Day (1975)
oleh Elizabeth B. Hurlock dalam buku Developmental
Psycology (1980) [4]:
·
Masa sebelum lahir;
·
Masa baru lahir;
·
Masa bayi;
·
Masa kanak-kanak (awal dan akhir);
·
Masa puber;
·
Masa dewasa (awal dan menengah); dan
·
Masa usia lanjut.
2.
Pengertian
pertumbuhan
Istilah perkembangan (development) dan pertumbuhan (growth) dalam arti biasa memang
dikatakan hampir sama. Istilah “perkembangan” secara khusus diartikan sebagai
perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut
aspek-aspek psikologi.
Dapat ditarik
kesimpulan dari beberapa pendapat diatas adalah bahwa perkembangan tidaklah
terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melaikan di
dalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung secara
terus-menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang
dimiliki individu menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan, pemasakan,
dan belajar
3.
Aspek
– Aspek yang Mempengaruhi Pertumbuhan
a. Anak
Sebagai Keseluruhan.
b. Umur
Mental Anak Mempengaruhi Pertumbuhannya.
c. Permasalahan
Tingkah Laku Sering Berhubungan dengan Pola – Pola Pertumbuhan.
d. Penyesuaian
Pribadi dan Sosial Mencerminkan Dinamuka Pertumbuhan.
E.
Fungsi
Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik
Dengan
mempelajari perkembangan peserta didik, kita akan memperoleh beberapa
keuntungan. Pertama, kita akan
mempunyai ekspetasi yang nyata tentang anak dan remaja. Kedua, pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak membantu
kita untuk merespons sebagaimana mestinya pada perilaku tertentu dari seorang
anak. Ketiga, pengetahuan tentang
perkembangan anak akan membantu mengenali berbagai penyimpangan dari
perkembangan yang normal. Keempat,
dengan mempelajari perkembangan anak akan membantu memahami diri sendiri.
Aspek-Aspek
Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik
a. Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan
manusa merupakan perubahan fisik menjadi lebih besar dan lebih panjang, dan
prosesnya terjadi sejak manusai belum lahir hingga ia dewasa. Pertumbuhan fisik, baik secara langsung
maupun tidak langsung akan memengaruhi perilaku anak sehari-hari. Secara
langsung, pertumbuhan fisik seorang anak akan menentukan keterampikan anak
dalam bergerak. Secara tidak langsung, pertumbuhan dan perkembangan fungsi
fisik akan memengaruhi bagaimana anak itu memandang dirinya sendiri dan
bagaimana ia memandang orang lain.
b. Kecerdasan (Intelek)
Adapun
tahap-tahap perkembangan kognitif menurut Piaget, yaitu sebagai berikut :
1. Tahap
pertama : masa sensori motor (0,00-2,50 tahun), yaitu masa ketika bayi
mempergunakan system penginderaan dan aktivitas motorik untuk mengenal
lingkungan.
2. Tahan
Kedua : masa pra-operasional (2,00-7,00 tahun). Ciri khas masa ini adalah
kemampuan anak mengguanakan symbol yang mewakili sesuatu yang tidak ada.
3. Tahap
Ketiga : masa konkret-operasional (7,00-11,00 tahun). Anak mulai mengembangkan
tiga macam operasi berperikir, yaitu:
·
Identifikasi : mengenali sesuatu;
·
Negasi : mengingkari sesuatu;
·
Reprokasi : mencari hubungan timbal
balik antara beberapa hal.
4. Tahap
keempat : masa operasional (11,00 – dewasa). Pada tahap ini, seseorang bisa
memperkirakan apa yang mungkin terjadi ia dapat mengambil kesimpulan dari suatu
pernyataan yang telah ditentukan.
c. Temperamen (Emosi)
Temperamen adalah gaya/perilaku karakteristik
individu dalam merespons. Menurut Thomas dan Chess (1991) ada tiga tipe dasar
temperamen, yaitu mudah, sulit, dan lambat untuk dibangkitkan.
§ Anak
yang mudah umumnya mempunyai suasana hati yang positif dan dapat dengan cepat
membentuk kebiasaan yang teratur, serta dengan mudah pula menyelesaikan diri
dengan pengalaman baru.
§ Anak
yang sulit cenderung untuk beraksi secara negative serta saling menangis dan
lambat untuk menerima pengalaman-pengalaman baru.
§ Anak
yang lambat untuk dibangkitkan mempunyai tingkat kegiatan yang rendah,
kadang-kadang negative, dan penyesuaian diri yang rendah dengan lingkungan atau
pengalaman baru.
Para peneliti menemukan bahwa indeks pengaruh
lingkungan terhadap temperanen sebesar 50% sampai 60% itu menunjukan lemahnya
pengaruh tersebut. Menetap atau konsisten tidaknya temperamen bergantung kepada
“kesesuaian” hubungan antara anak dengan orang tuanya. Orang tua memengaruhi
anak, tetapi anak pun memengaruhi orang tua. Orang tua dapat menjau dari
anaknya yang sulit, atau mereka dapat menegur dan menghukumnya. Hal ini akan
menjadikan anak yang sulit, menjadi lebih sulit lagi. Dengan singkat dapat
dikayakan bahwa keturunan dapat memengaruhi temperamen. Tingkat pengaruh ini
bergantung pada respon orang tua terhadap anak-anaknya dengan
pengalaman-pengalaman masa kecil yang ditemui dalam lingkungan.
d. Sosial
Perkenalan
dengan orang lain dimulai dengan meneal ibunya, kemudian mengenal ayahnya dan
saudara-saudaranya dan akhirnya mengenal manusia di kuar keluarganya.
Selanjutnya, manusia yang dikenalnya semakin banyak dan amat heterogen, namun
pada umumnya setiap anak akan lebih tertarik pada teman sebayanya. Anak
membentuk kelompok sebaya sebagai dunianya, memahami dunia anak dan kemudian
dunia pergaulan yang lebuh luas. Akhirnya, manudia mengenal kehidupan bersama,
kemudian bermsyarakat atau berkehidupan social. Dalam perkembangannya, setiap
manusia pada akhirnya mengetahui bahwa manusia itu membantu dan dibantu,
memberi dan diberi
e. Bahasa
Fungsi
bahasa adalah untuk komunikasi. Setiap orang senantiasa berkomunikasi dengan
dunia sekitarnya, dengan orang-orang sekitarnya. Pengertian bahasa sebagai alat
komunikasi dapat diartikan tanda, gerak dan suara untuk menyampaikan isi
pikiran kepada orang lain.
f. Bakat Khusus
Bakat
merupakan kemampuan tertentu atau khusus yang dimikiki oleh seseorang individu
yang hanya dapat dengan rangsangan atau sedikit latihan kemampuan itu fapat
berkembangan dengan baik. Menurut Guilford (Sumandi: 1984), bakat mencakup tiga
dimensi, yaitu dimensi perseptual, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual.
g. Sikap, Nilai, dan Moral
Bloom
(Woolfolk dan Nicolich, 1984: 390) mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses
belajar kelompok menjadi tiga sasaran, yaitu penguasaan pengetahuan (kognitif),
penguasaan nilai, dan sikap (afektif) dan penguasaan psikomotorik.
Menurut
Piaget, pada awal pengenalan nilai dari perilaku serta tindakan itu masih
bersifat “paksaan”. Akan tetapi, sejalan dengan perkembangan inteleknya,
berangsur-angsung manusia mulai berbagi ketentuan yang berlaku di dalam
keluarga dan semakin lama semakin luas, sampai dengan ketentuan yang berlaku di
dalam masyarakat dan Negara.
h. Interaksi Keturunan dan Lingkungan
dalam Perkembangan
Keturunan
dan lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama dan menghasilkan individu
dengaan kecerdasan, temperamen tinggi dan badan, minat yang khas. Karena
pengaruh lingkungan bergantung pada karakteristik genetik, maka dapat dikatakan
bahwa antara keduanya terdapat interaksi. Pengaruh genetik terhadap kecerdasan
terjadi pada awal perkembangan anak dan berlanjut terus sampai dewasa.
F.
Perbedaan Individu Peserta Didik
Makna “perbedaan” dan “perbedaan Individu” menurut
Lindgren (1980), menyangkut variasi yang terjadi baik variasi pada aspek fisik
maupun psikologis. Garry (1963) dalam buku perkembangan
Peserta Didik karya Sunarto dan B. Agung Hartono mengkategorikan perbedaan
individual ke dalam bidang-bidang berikut.
a. Perbedaan
fisik, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, dan
kemampuan bertindak.
b. Perbedaan
social, termasuk status ekonomi, agama, hubungan keluarga, dan suku.
c. Perbedaan
kepribadian, termasuk watak, motif, minat dan sikap.
d. Perbedaan
inteligensi dan kemampuan dasar.
e. Perbedaan
kecakapan atau kepandaian di sekolah.
Jenis
perbedaan lainnya meliputi berikut ini.
a. Perbedaan
kognitif, yaitu kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b. Perbedaan
kecakapan bahasa, yaitu bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang
sangat penting dalam kehidupan.
c. Perbedaan
kecakapan motorik, yaitu kecakapan motorik antara kemampuan psiko-motorik
merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi gerakan syarat motorik yang
dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan.
d. Perbedaan
latar belakang, yaitu perbedaan latar belakang dan pengalaman mereka
masing-masing dapat memperlancar atau menghambat prestasinya, terlepas dari
potensi individu
e. Perbedaan
bakat, yaitu bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir.
f. Perbedaan
kesiapan belajar, yaitu perbedaan latar belakang yang meliputi perbedaan sisi
ekonomi sosio kultural, amat penting artinya bagi perkembangan anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar