Rabu, 14 Desember 2016

Tuna Ganda

A.    Definisi Anak Tunaganda
Anak tunaganda adalah anak yang memiliki kombinasi kelainan (baik dua jenis kelainan atau lebih) yang menyebabkan adanya masalah pendidikan yang serius, sehingga dia tidak hanya dapat diatasi dengan suatu program pendidikan khusus untuk satu kelainan saja, melaiankan harus didekati dengan variasi program pendidikan sesuai kelainan yang dimiliki.
Menurut Departemen Amerika Serikat, anak-anak yang tergolong tunaganda adalah anak-anak yang mempunnyai masalah-masalah jasmani, mental, atau emosional yang sangat berat atau kombinasi dari beberapa masalah tersebut sehingga agar potensi mereka dapat berkembang secara maksimal memerlukan pelayanan pendidiikan sosial, psikology, dan medis yang melebihi pelayanan program pendidikan luar biasa secara umum.
Menurut Johnston dan Magrab, Tunaganda adalah mereka yang mempunyai kelainan perkembangan mencangkup kelompok yang memiliki hambatan-hambatan perkembangan neorologis yang disebabkan oleh satu atau dua kombinasi kelainan dalam kemampuan seperti intelegensi, gerak, bahasa atau hubungan pribadi masyarakat.
Definisi anak tuna ganda menurut beberapa ahli :
1.      Menurut Johnston dan Magrab 1976 : 7
Tuna ganda adalah mereka yang mempunyai kelainan perkembangan mencakup kelompok yang mempunyai hambatan-hambatan perkembangan neorologis yang disebabkan oleh satu atau dua kombinasi kelainan dalam kemampuan seperti intelegensi, gerak, bahasa atau hubungan pribadi di masyarakat.
2.      Menurut hukum di Amerika berdasarkan PL. 94-103
Anak-anak yang tergolong tunaganda adalah anak-anak yang mempunnyai masalah-masalah jasmani, mental, atau emosional yang sangat berat atau kombinasi dari beberapa masalah tersebut sehingga agar potensi mereka dapat berkembang secara maksimal memerlukan pelayanan pendidiikan sosial, psikology, dan medis yang melebihi pelayanan program pendidikan luar biasa secara umum. Definisi kelainan perkembangan secara ganda diperjelas antara lain:
a.      Mereka yang dikelompok ke dalam kelainan ganda antara lain tuna grahita, cerebral palsy, epilepsy.
b.      Mereka yang termasuk mempunyai kondisi lain yang bertendensi ke arah kelainan tuna grahita dengan kondisi-kondisi kelainan fungsi secara menyeluruh.
c.       Dimulai sebelum berumur 18 tahun.
d.      Kelainan terjadi secara terus menerus.
e.      Kelainan ganda merupakan kelainan substansi kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal dalam masyarakat.

3.      Menurut Walker 1975
Tuna ganda adalah :
a.       Seseorang dengan 2 hambatan masing-masing memerlukan layanan pendidikan khusus.
b.      Seseorang dengan hambatan-hambatan ganda memerlukan layanan teknologi.
c.       Seseorang dengan hambatan-hambatan ganda memerlukan modifikasi metode secara khusus.
4.      Pengertian anak tuna ganda
Tuna ganda adalah anak-anak yang mempunyai masalah-masalah jasmani,mental atau emosional yang sangat berat atau kombinasi dari berbagai masalah, memerlukan pelayanan pendidikan,sosial, psikologis dan medik yang melebihi pelayanan program pendidikan luar biasa reguler,agar potensi mereka dapat berkembang secara maksimal sehingga berguna dalam partisipasi di masyarakat dan dapat memenuhi kebutuhan sendiri.

B.     Klasifikasi tunaganda
Dari sekian banyak kemungkinan kombinasi kelainan, ada beberapa kombinasi yang paling sering muncul dibandingkan kombinasi kelainan-kelainan yang lainnya, yaitu: 
1.      Kelainan Utama Adalah Tunagrahita 
a.       Tunagrahita dan cerbral palsy Ada suatu kecenderungan untuk mengasumsikan bahwa anak-anak cerbral palsy (CP) adalah anak-anak tunagrahita. Apapun penyebabnya, baik karena genetik atau factor lingkungan sehingga terjadi adanya kerusakan pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan rusaknya cerbral cortex sehingga menimbulkan tunagrahita. Namun demikian, hubungan tersebut tidak berlaku secara umum. Sebagai contoh, hasil-hasil penelitian yang dilakukan Holdman dan Freedheim terhadap seribu kasus klinik mediknya, hanya dijumpai 59% dari anak-anak CP yang dites adalah anak-anak tunagrahita (Kirk dan Gallagher, 1988). Hopkins, Bice, dan Colton mendapatkan bahwa 49 % dari 992 anak CP yang dites adalah anak tunagrahita. Sementara itu, Stephen dan Hawks memperkirakan bahwa antara 40-60% dari anak CP adalah anak tunagrahita. 
b.      Kombinasi Tunagrahita dan Tunarungu Anak-anak tunarungu mengalami berbagai masalah dalam perkembangan bahasa dan komunikasi. Sementara itu, anak-anak tunagrahita akan mengalami kelambanan dan keterlambatan dalam belajar. Pada anak tunaganda, bias saja terjadi anak tersebut mengalami tunagrahita yang sekaligus tunarungu. Anak-anak yang demikian, mengalami gangguan pendengaran, memiliki fungsi intelektual di bawah rata-rata dan mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya. Dengan demikian, adanya kombinasi dari ketiga keadaan tersebut menyebabkan anak-anak tunaganda memerlukan pelayanan yang lebih banyak daripada anak-anak yang mengalami tunagrahita atau tunarungu saja. Diperkirakan bahwa antara 10%-15% anak di sekolah tunagrahita adalah anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran dan dalam persentase yang sama anak-anak di sekolah tunarungu adalah anak-anak tunagrahita. 
c.       Kombinasi Tunagrahita dan Masalah-masalah Perilaku Telah diketahui bahwa terdapat hubungan antara tunagrahita dengan gangguan emosional. Anak-anak yang mengalami tunagrahita berat ada kemungkinan besar juga memiliki gangguan emosional. Yang tidak diketahui adalah banyaknya anak secara pasti yang menampakkan kedua kelainan tersebut bersama-sama. Ada gejala-gejala bahwa tunagrahita yang cukup kuat dan nyata yang menyertai atau bersama-sama dengan gangguan emosional cenderung untuk diabaikan atau dikesampingkan. Ini berarti bahwa bagi anak-anak retardasi mental, mereka tidak disarankan untuk memperoleh pelayanan psikoterapi ataupun terapi perilaku, padahal perilaku-perilaku yang aneh pada anak adalah merupakan gejala tunagrahita berat atau yang sangat berat . 
2.      Kelainan Utama Adalah Gangguan Perilaku 
a.       Autisme Autisme adalah suatu istilah atau nama yang digunakan untuk menggambarkan perilaku yang aneh atau ganjil dan kelambatan perkembangan sosial dan komunikasi yang berat.(Krik&Gallagher,1986:p 427). Anak yang mengalami autisme sulit melakukan kontak mata dengan orang lain sehingga memberikan kesan tidak peduli terhadap orang di sekitarnya. Kelainan utama pada anak autistik adalah dalam hal komunikasi verbal. Mereka sering mengulang kata-kata (echolalia) dan melakukan perbuatan yang selalu sama, rutin dan dalam pola yang tertentu dan teratur. 
b.      Kombinasi Gangguan Perilaku dan Pendengaran Althshuler memperkirakan bahwa antara satu sampai dengan tiga dari 10 anak tunarungu anak anak yang memiliki masalah emosional. Para ahli yang konsisten memberikan pelayanan kepada anak-anak yang mempunyai gangguan emosional dan yang sekaligus tuli, cenderung memakai klasifikasi kondisi anak-anak itu sebagai kondisi yang ringan, sedang dan berat. Anak-anak yang termasuk kondisi berat telah mereka pindahkan dari sekolah-sekolah untuk anak tunarungu karena guru-guru mereka merasa`tidak mampu menangani perilakunya yang aneh. 
3.      Kelainan Utama Tunarungu dan Tunanetra Apabila satu dari dua lelainan utama itu yang menyebabkan anak mengalami gangguan, maka dalam memberikan pelayanan pendidikan, indra yang masih baik kondisinya memperoleh perhatian utama untuk difungsikan. 
Bagi anak yang tuli, maka saluran penglihatan digunakan untuk membentuk sistem komunikasi berdasarkan isyarat, ejaan jari dan membaca bibir. Bagi anak yang mengalami gangguan penglihatan (buta), maka program pendidikan dikompensasikan melalui alat pendengaran. Anak buta-tuli adalah seorang anak yang memiliki gangguan penglihatan dan pendengaran, suatu gabungan yang menyebabkan problema komunikasi dan problema perkembangan pendidikan lainnya yang berat sehingga tidak dapat diberikan program pelayanan pendidikan baik di sekolah yang melayani untuk anak-anak tuli maupun di sekolah yang melayani untuk anak-anak buta. Namun demikian, bukan berarti anak buta-tuli harus dirampas haknya untuk mendapatkan layan pendidikan. 
Dengan penangan yang baik dan tepat, anak-anak buta-tuli masih bisa dididik dan berhasil. Anak-anak yang tergolong tunaganda seringkali memiliki kombinasi-kombinasi ketidakmampuan yang tampak nyata maupun yang tidak begitu nyata dan keduanya memerlukan penambahan-penambahan atau penyesuaian-penyesuaian khusus dalam pendidikan mereka. Melalui program pengajaran yang sesuaiakan memungkinkan mereka dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang berguna, bermakna, dan memuaskan pribadinya. 

C.    Penyebab Tuna Ganda
a.       Faktor biologis yang dapat terjadi sebelum,selama atau sesudah kelahiran. Anak yang tergolong tunaganda lahir dengan ketidaknormalan kromosom terjadi seperti pada down syndrome atau lahir dengan kelainan genetik atau metabolik yang dapat menyebabkan masalah-masalah berat dalam perkembangan fisik atau intelektual anak, komplikasi-komplikasi pada masa anak dalam kandungan termasuk kelahiran permatur, ketidakcocokan Rh dan infeksi yang diderita oleh ibu
b.      Kerusakan pada otak dan terkena virus Rubella, mengidap sakit yang tak ditangani serius pada waktu kecil, ada juga yang karena jatuh waktu kecil dan menyebabkan kerusakan saraf. 
c.       Seorang ibu yang bergizi rendah pada saat mengandung atau terlalu banyak obat-obatan atau alkohol. 
d.      Pengguguran kandungan, namun ternyata usahanya gagal dan anaknya terlahir cacat ganda. Pada umumnya, anak-anak yang tergolong tunaganda sering dapat diidentifikasikan pada saat atau tidak lama setelah kelahiran. 
e.       Bayi yang terserang kekurangan oksigen dan luka pada otak dalam proses kelahiran, dalam perkembangan hidupnya mengalami cacat berat karena pada kepalanya mengalami kecelakaan kendaraan, jatuh, pukulan atau siksaan, pemberian nutrisi yang salah, anak yang tidak dirawat dengan baik, keracunan atau karena penyakit tertentu yang dapat berpengaruh terhadap otak (seperti meningitas dan encephalitis ).
Factor-faktor yang menyebabkan tunaganda :
a.       Faktor Prenatal :
Ketidak normalan kromosom komplikasi-komplikasi pada anak dalam kandungan ketidakcocokan Rh infeksi pada ibu, kekurangan gizi ibu yang sedang mengadung, serta terlalu banyak menkonsumsi obat dan alkohol.
b.      Faktor Natal :
Kelahiran prematur kekurangan oksigen pada saat kelahiran luka pada otak saat kelahiran.
c.       Faktor natal :
Kepala mengalami kecelakaan kendaraan, jatuh dan mendapat pukulan atau siksaan
d.      Nutrisi yang salah :
Anak tidak dirawat dengan baik, keracunan makanan atau penyakit tertentu yang sama, sehingga dapat berpengaruh terhadap otak (meningitis atau encephalities).

D.    Ciri-ciri Perilaku Anak Tunaganda Secara Umum dan Khusus
Ciri-ciri anak tunaganda dibagi menjadi 2, yaitu ciri-ciri secara umum dan khusus.
1.      Ciri-ciri secara umum
·         Kurang komunikasi atau sama sekali tidak dapat berkomunikasi
·         Perkembangan motorik dan fisiknya terlambat
·         Seringkali menunjukan perilaku yang aneh dan tidak bertujuan
·         Kurang dalam keterampilan menolong diri sendiri
·         Jarang berperilaku dan berinteraksi yang sifatnya kostruktif
·         Kecenderungan lupa akan keterampilan yang sudah dikuasai 
·         Memiliki masalah dalam megeneralisasikan keterampilan dari suatu situasi ke situasi lainnya.
2.      Ciri-ciri secara khusus
·         Memiliki ketunaan lebih dari satu jenis. Misal : tunanetra dan tunagrahita, tunanetra dan tunagrahita, tunanetra dan tunarungu-wicara, tunanetra dan tunadaksa dan tunagrahita, dll
·         Ketidakmampuan anak akan semakin parah atau semakin banyak bila tidak cepat mendapatkan bantuan. Hal ini disebabkan kegandaannya yang tidak cepat mendapatkan bantuan
·         Sulit untuk mengadakan evaluasi karena keragaman kegandaannya
·         Membutuhkan instruksi atau pemberitahuan yang sangat terperinci
·         Tidak menyamaratakan pendidikan tunaganda yang satu dengan yang lain walau mempunyai kegandaan yang sama.

E.     Layanan Pendidikan Tunaganda
Layanan Pendidikan Gangguan Penglihatan dengan Gangguan Intelektual.
Pendekatan layanan pendidikan bagi anak tunagrahita dengan tunanetra lebih diarahkan pada pendekatan individual dan pendekatan remediatif. Pendekatan individual didasarkan pada assessment kemampuan untuk mengembangkan sisa potensi yang ada dalam dirinya. Tujuan utama layanan pendidikan bagi anak tunagrahita adalah penguasaan kemampuan aktivitas kehidupan sehari-hari dalam mengelola diri sendiri. Untuk mencapai itu perlu pembelajaran mengurus diri sendiri dan pengembangan keterampilan vocational terbatas sesuai dengan kemampuannya. Layanan pendidikan khusus bagi anak tunagrahita meliputi latihan sensomotorik, terapi bermain dan okupasi, dan latihan mengurus diri sendiri. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara individu dan remediatif. Perkembangan kemampuan anak berdasarkan tingkat kemampuan kognitifnya. Anak yang ber IQ 55-70 berbeda dengan anak yang ber IQ 35-55. Pelayanan pendidikan untuk anak tunagrahita terfokus pada :
ü  Pengenalan terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan
ü  Sensorimotor dan persepsi
ü  Motorik kasar dan ambulasi (pindah dari satu tempat ke tempat yang lain)
ü  Kemampuan berbahasa dan komunikasi
ü  Bina diri dan kemampuan sosial
Alat pendidikan bagi tunanetra terdiri dari : Alat pendidikan khusus, alat bantu peraga dan alat peraga.
1.      Alat pendidikan khusus :
a.       Reglet dan pena
b.      Mesin tik Braille
c.       Printer Braille
d.      Abacus
2.      Alat bantu :
a.       Alat bantu perabaan (buku-buku, air hangat/dingin, batu, dan sebagainya)
b.      Alat bantu pendengaran ( kaset, CD, talking books)
3.      Alat bantu peraga
a.       Patung hewan
b.      Patung tubuh manusia

c.       Peta timbul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar