Rabu, 28 Desember 2016

Filosofi Pohon Mangga

Hampir semua orang pernah melihat pohon mangga, bahkan sudah juga merasakan manis buahnya. Jenisnya yang beraneka ragam, manalagi, golek, harum manis, bahkan saking sulitnya dalam membuat nama, maka digunakan nama daerah, seperti mangga bali, mangga indramayu dll.
Adakah pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah pohon mangga? Perlu diketahui, menjelang musim mangga, para petani mulai memangkas sebagian ranting dan cabang dari pohon mangga, bahkan ada yang sampai melukai dan menyayat kulitnya tetapi tidak sampai ke kambium.
Walaupun dengan penuh rasa sakit dan nyeri, namun pohon mangga sadar bahwa ini merupakan salah satu upaya kelangsungan kehidupannya. Pohon mangga rela melepaskan sebagian anggota tubuhnya sebab yakin pembalasan yang akan diterima, dia akan semakin produktif. Setelah sekian lama menunggu, pembalasan pun mulai nampak. Tumbuhlah daun baru diiringi dengan bunga-bunga kecil di seluruh dahan dan ranting. Hari demi hari, bunga berubah menjadi mangga kecil yang berwarna hijau, bakal buah mangga manis dan menyegarkan.
Saudaraku. sadarkah kita, bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar pasti ada sesuatu yang harus kita lepaskan dari diri kita terlebih dahulu. Kita sering kali memohon agar bisa mendapatkan kekayaan yang melimpah, namun pernahkah kita melepaskan sedikit harta kita? Selain sifat dermawan yang dimilikinya, pohon mangga juga mempunyai sifat yang lebih hebat. Kadangkala ketika buah mangga sudah nampak ranum, banyak anak-anak kecil yang melemparinya. Apa yang dilakukan pohon mangga? Dilempar dengan batu, dibalas dengan lemparan buah mangga. Pernahkan kita membalas kejelekan dengan kebaikan? semoga kita bisa.





Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan sholat dhuha seringkali dikaitkan dengan rezeki. Jika kamu mencari artikel tentang keutamaan sholat dhuha di Google, hampir semua pembahasan menjurus tentang rezeki. Bahkan banyak sekali motivator bisnis yang sangat menganjurkan untuk rutin melakukan sholat dhuha dengan tujuan melancarkan rezeki. Namun tahukah kamu, sebenarnya tidak ada dalil yang mengatakan bahwa sholat dhuha dapat memperlancar rezeki.
Namun, apa sajakah keutamaan-keutamaan sholat dhuha yang sebenarnya? Simak ulasannya berikut:

1.      KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA PERTAMA: SEBAGAI PENGGANTI SEDEKAH
“Pada pagi hari, setiap persendian salah seorang dari kalian wajib bershadaqah; setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, menyuruh berbuat baik adalah shadaqah, melarang dari yang mungkar adalah shadaqah, dan itu semua cukup dengan dua raka’at shalat Dhuha yang ia kerjakan”. (HR. Muslim)
Dari hadist ini jelas dikatakan bahwa kita wajib untuk melakukan sedekah setiap harinya. Namun jika kita tidak mampu untuk melakukan sedekah, kita bisa menggantinya dengan sholat dhuha sebanyak minimal 2 rakaat ¼ jam setelah munculnya matahari hingga ¼ jam sebelum masuk waktu sholat dzuhur.
Memang tidak ada dalil yang mengatakan bahwa keutamaan sholat dhuha adalah untuk melancarkan rezeki, namun ternyata sholat dhuha dapat mengganti sedekah dimana sedekah adalah amalan yang dapat memperlancar rezeki.
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itumenghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. (Q.S Al-baqoroh 265)

2.      KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KEDUA: KEMBALI TAAT
“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah; hasan)
Orang-orang yang menjaga sholat dhuhanya setiap hari akan dianggap sebagai orang yang kembali taat di jalan kebaikan islam.

3.      KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KETIGA: AKAN DITUNTASKAN SEMUA PERMASALAHAN SEPANJANG HARI
“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)
Dengan sholat dhuha sebanyak 4 rakaat (2×2), semua permasalahan kamu sepanjang hari insya allah akan lancar dan tuntas dengan hasil terbaik.

4.      KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KEEMPAT: MENDAPATKAN PAHALA LAYAKNYA PERGI HAJI & UMRAH
“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).
Bayangkan, hanya dengan menunaikan sholat dhua kamu bisa memperoleh pahala layaknya menunaikan ibadah haji dan umrah. Sungguh besar kenikmatan Allah s.w.t

5.      KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KELIMA: AMAN DARI DOSA SEHARIAN
“Barangsiapa yang melakukan shalat dhuha maka akan di mapuni dosa-dosanya, sekalipun dosanya itu seperti buih di lautan. Sesuai dengan sebuah hadits Rasulullah yang di riwayatkan oleh Tirmidzi. Yaitu, ” Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, maka akan di ampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sekalipun itu seperti buih di lautan.” [HR-Tirmidzi]
Keutamaan sholat dhuha yang terakhir adalah diampuninya dosa-dosa kamu selama 1 hari penuh. Jika setelah sholat dhuha kamu dengan tidak sengaja melakukan perbuatan dosa, maka dosa-dosa kamu akan diampuni dengan sendirinya.

Sungguh sangat disayangkan jika kita meninggalkan sholat dhuha, karena ini adalah sebuah kemudahan yang diberikan Allah s.w.t kepada umat islam. Dengan kemudahan-kemudahan yang diberikannya, tidak ada lagi alasan kita untuk mengeluh.





sejarah surabaya

Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti itu terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepian sungai Brantas sebagai salah satu tempat penyebrangan penting sepanjang sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasasra Negara Kertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca tentang perjalanan pesiar Baginda Hayam Wuruk pada tahun 1365 dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).
Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) & 1365 (Negara Kertagama), para ahli menduga bahwa Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut hipotesis Von Faber, Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat pemukiman baru bagi prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M.  Hipotesis yang lain mengatakan bahwa Surabaya dulu bernama Ujung Galuh.
Versi lain mengatakan bahwa Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan tentara Tar Tar, Raden Wijaya mendirikan sebuah kraton di Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono makin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura.
Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas dekat Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal kehabisan tenaga. Kata "Surabaya" juga sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air, antara tanah dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan Suro (Sura) dan Boyo (Baya atau Buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa nama Surabaya
muncul setelah terjadinya peperangan antara ikan Sura dan Buaya (Baya).
Supaya tidak menimbulkan kesimpang-siuran dalam masyarakat maka Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya, dijabat oleh Bapak Soeparno, mengeluarkan Surat Keputusan No. 64/WK/75 tentang penetapan hari jadi kota Surabaya. Surat Keputusan tersebut menetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai tanggal hari jadi kota Surabaya. Tanggal tersebut ditetapkan atas kesepakatan sekelompok sejarawan yang dibentuk oleh pemerintah kota bahwa nama Surabaya berasal dari kata "sura ing bhaya" yang berarti "keberanian menghadapi bahaya" diambil dari babak dikalahkannya pasukan Mongol oleh pasukan Jawa pimpinan Raden Wijaya pada tanggal 31 Mei 1293.

Tentang simbol kota Surabaya yang berupa ikan sura dan buaya terdapat banyak sekali cerita. Salah satu yang terkenal tentang pertarungan ikan sura dan buaya diceritakan oleh LCR. Breeman, seorang pimpinan Nutspaarbank di Surabaya pada tahun 1918.


sejarah sepak bola

Sepak bola adalah permainan dengan alat bola yang dimainkan oleh 2 tim. Masing - masing tim terdiri dari sebelas orang pemain. Sepak bola hingga hari ini telah dimainkan lebih dari 250 juta orang dari lebih dari dua ratus negara. Sepak Bola adalah permainan yang paling populer sekarang ini. Sepak bola ditemukan di China pada abad ke 2 sebelum masehi. Sepak bola pertama kali dimainkan dengan menggunakan bola yang terbuat dari kulit dan digiring dewngan menggunakan kaki. Pada tahun 1365, raja Edward III melarang permainan sepakbola karena dianggap terdapat banyak kekerasan selama pertandingan. Pemain Sepak Bola terdiri dari 11 orang pemain dimana formasinya ditentukan oleh masing - masing tim namun biasanya formasinya terdiri dari: seorang penjaga gawang, 2 - 4 orang pemain bertahan, 2 - 4 orang pemain tengah dan 1 - 3 orang pemain penyerang. Penjaga gawang adalah satu - satunya pemain yang boleh memegang bola untuk melindungi gawang dari serangan tim lawannya. Biasanya penjaga gawang memakai seragam yang berbeda dari pemain lainnya. Pemain bertahan bertugas menjaga pertahanan dari tim lawan. Pemain tengah dibagi lagi dengan yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang dekat dengan pemain bertahan, sedangkan sesuai dengan namanya penyerang memiliki tugas untuk menyarangkan bola ke gawang tim lawan.

bandung lautan api

terjadi karena pasukan Inggris mulai memasuki kota Bandung sejak pertengahan bulan Oktober 1945. Di Bandung, pasukan Inggris dan NICA melakukan teror terhadap rakyat sehingga mengakibatkan terjadinya pertempuran.  Menjelang bulan November 1945, pasukan NICA semakin merajalela di  Bandung. Setelah masuknya tentara Inggris yang berasal dari satuan NICA memanfaatkannya untuk mengembalikan  kekuasaannya atas kota Bandung. Hal ini menyebabkan semangat juang rakyat dan para pemuda yang tergabung dalam TKR dan badan-badan perjuangan lainnya semakin berkobar.
Pertempuran besar dan kecil terus berlangsung di Bandung. Malapetaka lain juga terjadi di Bandung, yaitu dengan jebolnya bendungan Sungai Cikapundung yang menimbulkan bencana banjir besar di kota Bandung. Peristiwa itu terjadi pada malam hari tanggal 25 November 1945. Pada saat itu kota Bandung dibagi menjadi dua, yaitu pasukan Sekutu menduduki daerah Bandung Utara dan Bandung Selatan menjadi daerah Republik Indonesia. Jebolnya tanggul sungai itu dikaitkan dengan aksi teror yang dilakukan oleh NICA sehingga menimbulkan amarah rakyat dan mereka melakukan aksi pembalasan.Sejarah Bandung Lautan ApiSesuai dengan kebijakan politik diplomasi, pihak Republik Indonesia mengosongkan daerah Bandung Utara. Namun, karena Sekutu menuntut pengosongan sejauh sebelas kilometer dari Bandung Selatan, akibatnya meletus pertempuran dan aksi bumi hangus di segenap penjuru kota. Kota Bandung terbakar hebat dari batas timur Cicadas sampai dengan batas barat Andir. Satu juta jiwa penduduk kota Bandung menyingkir ke luar kota. Pada tanggal 23 dan 24 Maret 1946 mereka meninggalkan kota Bandung yang telah menjadi lautan api. Peristiwa itu diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Tokoh pejuang dalam pertempuran Bandung itu, di antaranya: Aruji Kertawinata, Sutoko, Nawawi Alib, Kolonel Hidayat, Oto Iskandardinata, dan Kolonel A.H. Nasution (Panglima Divisi Jawa Barat).

Sementara itu, benteng NICA yang terletak di Dayeuh Kolot, Bandung Selatan dikepung oleh para pejuang Bandung sebagai taktik menghancurkan daerah itu. Dalam pertempuran itu, seorang pemuda yang bernama Toha siap berjibaku untuk menghancurkan gudang mesiu dengan membawa alat peledak. Toha menyelundup dan meledakkan diri sehingga hancurlah gudang mesiu milik  NICA. Toha gugur dalam menjalankan tugasnya untuk bangsa dan Negara. Peristiwa tersebut difilmkan dengan judul Toha Pahlawan Bandung Selatan. Sebagai peringatan kejadian ini juga telah dibangun tugu Bandung lautan api.

sosialisme

Sosialisme adalah suatu paham yang menghendaki segala sesuatu harus diatur bersama dan hasilnya dinikmati bersama-sama. Dengan kata lain, sosialisme adalah paham yang menghendaki kemakmuran bersama.
Lahirnya Sosialisme

Sekalipun gerakan-gerakan yang dinamakan sosialisme (gerakan memprotes terhadap kepincangan yang ada dalam masyarakat) telah lama muncul, tetapi istilah sosialisme baru pertama kali digunakan pada tahun 1827 dalam majalah perkoperasian oleh Robert Owen.
Sosialisme sebagai suatu gerakan politik yang efektif dan terorganisir baru muncul di Eropa pada abad ke-19 sebagai ekses-ekses dari Revolusi Industri. Adanya penemuan baru di bidang teknologi telah membuka cakrawala baru di bidang industri dan perdagangan. Selanjutnya, muncullah golongan pengusaha atau pemilik modal yang hidup makmur. Sebaliknya, golongan buruh dengan upah rendah hidup melarat dan menderita. Keadaan inilah kemudian menimbulkan kritik yang tajam terhadap sistem ekonomo kapitalis yang berdasarkan paham liberal. Kritik tersebut dilontarkan oleh golongan yang menganut paham sosialis.

politik dan agama

Segala ketidakberesan yang mengatasnamakan agama akhir-akhir ini adalah ulah politik. Tapi bukan politik per se, melainkan agama yang bersalin rupa demi memuaskan hasrat-hasrat politik sesaat.
Agama tidaklah buruk, begitu pula dengan politik. Agama, meski wadahnya berbeda, tetapi bekerja untuk kemaslahatan umat manusia. Ajaran emas setiap agama selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Begitu pula dengan politik. Hal ini dikonfirmasi Aristoteles, lebih dari 2000 tahun yang lalu bahwa tujuan politik adalah menghantarkan manusia pada hidup yang baik.
Namun dalam prakteknya, agama dan politik telah diuji oleh hukum besi sejarah. Ketika keduanya berkelindan, jadilah mereka –seperti yang dimaksud Charles Kimball- sebagai iblis pembawa bencana. Mengapa demikian? Sebab teks-teks suci agama seringkali dikutip dan dijual untuk memuluskan hasrat dan syahwat kekuasaan (politik).
Memang Kimball tidak secara letterlijk menyatakan bahwa politik sebagai satu-satunya motif, karena ada motif lain seperti ekonomi dan sosial, tetapi jalannya sejarah memberikan bukti yang cukup shahih bahwa banyak penganut agama bukan bertuhankan Allah, Yahweh, Hyang Widimelainkan bertuhankan politik!
Belajar Dari Kasus Kristen
Sejarah Kristen yang merentang selama 2000 tahun membuktikan bahwa hibrida agama dan politik menimbulkan bencana. Ketika Kaisar Konstantinus I mengumumkan Kristen sebagai agama negara –yang berarti mencampuradukkan agama dengan politik- maka penganut agama-agama non-Kristen dipersekusi dan dimusnahkan.
Posisi Paus yang begitu absolut menjadikan restu dan titahnya sebagai “sabda pandita Ratu” bagi raja, ratu dan kaisar di benua Eropa. Kuatnya pengaruh Paus dalam perpolitikan dan kekuasaan membuat sebagian umatnya gerah hingga menjadi salah satu faktor mencuatnya gerakan reformasi. Pemisahan urusan negara dan agama mulai tegas disuarakan terutama pada saat gerakan reformasi yang melahirkan agama Protestan.
Bisa dikatakan, agama Kristen sekarang sudah bisa melepaskan diri dari keharusan mengaitkan agama dengan politik, meski sentimen semacam ini tidak sepenuhnya hilang. Semisal ketika pemilihan Presiden Amerika Serikat di era 60-an, agama Katolik yang dipeluk J.F.Kennedy sempat dipermasalahkan karena ada kriteria tak terlulis bahwa Presiden Amerika haruslah memenuhi syarat WASP (White, Anglo Saxon, Protestant).  
Bagaimana Dengan Islam?
Sebagai agama yang lahir belakangan, sejarah Islam sulit dilepaskan dari ranah politik. Bahkan, politiklah yang menjadi biang keladi perpecahan di kalangan umat yang pada gilirannya menyebar ke ranah teologi. Pengelompokkan Sunni dan Syiah adalah produknya.Islam dianggap hampir secara bulat sebagai sebuah agama yang meliputi semua hal yang bersifat spiritual dan temporal, di mana kesalehan religius dan penegakkan tatanan sosial dan politik tertentu dianggap tidak bisa dipisahkan (Ansari, 2002:165). 
Dikenal kemudian istilah “din wa al daulah” tidak ada pemisahan antara yang “sakral” dan“profan.” Menurut pemahaman kelompok ini, Islam sudah sempurna, dan kompatibel di setiap zaman (Shahih likulli Zaman wa Makan). Anggapan tentang kesempurnaan ini seolah menutup celah manusia untuk berkreasi dengan upayanya sendiri.Maka, upaya-upaya yang dilakukan sebagian kalangan umat untuk memisahkan Islam dari politik dianggap sebagai “pengkhianatan” yang tak terampuni bahkan menistai Firman-Nya.Upaya pemisahan berarti “menegakkan bendera revolusi menentang Allah dan Rasul-Nya” ujar Maulana Maududi –tokoh Jama’at-e-Islami- salah seorang fanatikus negara Islam. Jika dilakukan, akibatnya fatal bagi yang bersangkutan, dari mulai pemberangusan karya tulis, pengucilan personal hingga penghilangan jiwa.Apa yang dialami Ali Abdul Raziq, ulama dan Pemikir Mesir, adalah contohnya. Melalui buku yang dipublikasikannya pada 1925, “al-Islam wa-Ushul al-Hukm” Sang Pengarang dianggap lancang karena menulis bahwa Islam tidak bersangkut paut dengan roda pemerintahan dan kekuasaan.