Jumat, 14 Oktober 2016

Ragam Bahasa



Pentingnya Bahasa
Manusia merupakan makhluk sosial. Makhluk yang tidak dapat hidup sendiri atau individu. Manusia sangat membutuhkan manusia lain dalam menjalankan aktivitas. Salah satu contoh penggunaan bahasa yaitu komunikasi dengan orang lain.
Kamus Bahasa Indonesia secara terminology mengartikan bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer yang di gunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi dan mengidentifikasikan diri. Gorys keraf (1994:1) memberikan pengertian bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa juga mencakup dua bidang, yaitu bunyi vokal dan arti atau makna. Bahasa sebagai bunyi vokal berarti sesuatu yang di hasilkan oleh alat ucap manusia berupa bunyi yang merupakan getaran yang merangsang alat pendengar. Sedangkan bahasa sebagai arti atau makna berarti isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan orang lain.
Bahasa alat komunikasi antara anggota masyarakat Indonesia. Bahasa juga menunjukkan perbedaan antara satu penuturnya dalam satu kesatuan sehingga mampu menyesuaikan dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat. Selain itu, fungsi bahasa juga melambangkan pikiran atau gagasan tertentu, dan juga melambangkan perasaan, kemauan bahkan dapat melambangkan tingkah laku seseorang.
Tanpa adanya bahasa di dalam kehidupan bermasyarakat, maka kita akan sulit untuk menyampaikan maksud dalam melakukan suatu tindakan. Baik itu secara langsung melalui ucapan yang keluar dari ucapan kita, ataupun tulisan yang kita tulis untuk di sampaikan.
Pengertian Ragam Bahasa
Bahasa adalah salah satu alat komunikasi . melalui bahasa manusia dapat saling berhubungan atau berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan meningkatkan kemampuan intelektual. Bahasa indonesia memang banyak ragamnya. Hal ini karena bahasa Indonesia sangat luas pemakaiannya dan bermacam-macam ragam penuturnya. Oleh karena itu, penutur harus mampu memilih ragam bahasa yang sesuai dengan keperluannya, apapun latar belakangnya.
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topik yang di bicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang  yang di bicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Seiring dengan perkembangan zaman yang sekarang ini banyak masyarakat yang mengalami perubahan. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang di pakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang disebut ragam standar (Subrianto,2000).
Ragam Bahasa Indonesia di bagi menjadi 3 jenis yaitu :
·         Berdasarkan media
·         Berdasarkan cara pandang penutur
·         Berdasarkan topik pembicaraan.
Sebab terjadinya Bahasa
Ragam Bahasa timbul seiring dengan perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang di pakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar.
Ragam Bahasa berdasarkan media
Ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, Ragam Bahasa terdiri dari :
1.Ragam Bahasa lisan
2.Ragam Bahasa tulisan
Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap (organ of speech) dengan dinamakan   ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulis. Jadi dalam ragam bahasa lisan, kita berurusan dengan lafal, dalam ragam bahasa tulis, kita berurusan dengan bahasa yang di hasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya.
Ø  Ragam Lisan
Ragam Bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelepasan kalimat. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur didalam kelengkapan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang di sampaikan secara lisan. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut dengan ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja di wujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang di lihat dari ciri-cirinya menunjukkan ciri-ciri ragam lisan.
Ciri-ciri ragam lisan :
a.       Memerlukan orang kedua/ teman bicara;
b.      Tergantung siuasi, kondisi, ruang dan waktu;
c.       Tidak harus memperhatikan unsur gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
d.      Berlangsung cepat;
e.      Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
f.        Kesalahan dapat langsung di koreksi;
Dapat di bantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.
Contoh ragam lisan :
-          Nia sedang baca surat kabar
-          Ari mau nulis surat
-          Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu
-          Mereka tinggal di medan
-          Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas

Ø  Ragam tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang di ungkapkannya tidak di tunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa baku lisan makna kalimat yang di ungkapkannya di tunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelepasan unsur kalimat. Oleh karena itu, dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis di perlukan kecermatan dan ketepatan di dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ajaan struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.
Ciri-ciri ragam tulis :
a.       Tidak memerlukan orang kedua/ teman bicara;
b.      Tidak tergantung kondisi , situasi, dan ruang waktu;
c.       Harus memperhatikan unsur gramatikal;
d.      Berlangsung lambat;
e.      Selalu memakai alat bantu;
f.        Kesalahan tidak dapat langsung di koreksi;
g.       Tidak dapat di bantu dengan gerakan tubuh, mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.
Contoh ragam tulis : “ saya sudah membaca buku itu”.
Ragam Bahasa berdasarkan cara pandang penutur
Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa indonesia terdiri dari beberapa ragam diantaranya :
·         Ragam dialek
Contoh : ‘gue udah baca buku itu.’
·         Ragam terpelajar
Contoh : ‘saya sudah membaca buku itu.’
·         Ragam resmi
Contoh : ‘saya sudah membaca buku itu.’
·         Ragam tak resmi
Contoh: ‘saya sudah baca buku itu.’
Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan topik pembicaraan
Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari beberapa ragam diantaranya adalah :
1.       Ragam bahasa ilmiah
2.       Ragam hukum
3.       Ragam bisnis
4.       Ragam sosial
5.       Ragam kedokteran
6.       Ragam sastra
Contoh ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan :
a.       Dia di hukum karena melakukan pidana. (ragam hukum
b.      Setiap pembelian di atas nilai tertentu akan di berikan diskon. (ragam bisnis)
c.       Cerita itu menggunakan unsur flashback. (ragam sastra)
d.      Anak itu menderita penyakit kuorsior. (ragam kedokteran)
e.      Penderita autis perlu mendapatkan bimbingan yang intensif. (ragam psikologi)
Ragam bahasa baku dapat berupa :
1.       Ragam bahasa tulis dan
2.       Ragam bahasa lisan.
Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya keragaman bahasa, diantaranya :
·         Faktor budaya atau letak geografis
·         Faktor ilmu pengetahuan
·         Faktor sejarah

Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang di bicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang di bicarakan, serta menurut media pembicara. 
Ragam bahasa terbagi dua jenis yaitu bahasa lisan dan bahasa baku tulis. Pada ragam bahasa baku tulis kita harus menguasai penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dan menguasai EYD, sedangkan untuk ragam bahasa lisan kita harus mampu mengucapkan dan memakai bahasa indonesia dengan baik serta bertutur kata sopan.

























1 komentar: