Antrian
merupakan suatu kegiatan yang sering dilakukan dalam kehidupan manusia
sehari-hari tanpa. Seperti Seorang mahasiswa menunggu untuk pembayaran spp,
penumpang kereta api menunggu di depan loket kereta api untuk mendapatkan tiket
kereta api, menunggu giliran untuk mengisi bensin di SPB, menungu giliran
pembayaran ke kasir supermarket, menunggu giliran di bank dan situasi-situasi
yang lain merupakan kejadian yang sering kita temui dan tidak terlepas dalam
kehidupan sehari-hari. Alasan orang mengantri ini disebabkan karena kebutuhan
akan layanan melebihi kapasitas pelayanan sehingga pengguna fasilitas tidak
segera mendapatkan layanan akibat kesibukan pelayanan.
1.
Sejarah Teori Antrian
Teori
antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K. Erlang, seorang ahli matematika
bangsa Denmark pada tahun 1910 dalam bukunya Solution of Some Problem
in the Theory of Probability of Significance in Automatic Telephone Exchange.
Erlang melakukan eksperimen tentang fluktuasi telepon yang berhubungan dengan automaticdialing
equipment, yaitu peralatan penyambungan telepon secara ototmatis. Dalam
waktu-waktu yang sibuk operator sangat kewalahan untuk melayani para penelpon
secepatnya, sehingga para penelpon harus antri menunggu giliran. Persoalan
aslinya Erlang hanya memperlakukan perhitungan keterlambatan (delay)
dari seorang operator.
sutanto.staff.uns.ac.id/files/2009/03/zzzzzzzzzzzzz.pdf
2.
Pengertian Antrian
Menurut
Siagian (1987), antrian adalah suatu garis tunggu dari nasabah yang memerlukan
layanan dari satu atau lebih pelayanan (fasilitas). Secara umum antrian ini
dapat dikelompokkan menjadi sistem yang berbeda-beda dimana teori antrian dan
simulasi sering diterapkan secara luas. Pengelompokkannya menurut Hillier dan
Lieberman adalah sebagai berikut:
1.
Sistem pelayanan komersial
2.
Sistem pelayanan bisnis industri
3.
Sistem pelayanan transportasi
4.
Sistem pelayanan social
Teori
antrian ini bertujuan untuk merancang fasilitas pelayanan yang sesuai untuk
mengatasi permintaan pelayanan yang secara random yang terjadi dan untuk
menjaga keseimbangan antara biaya pelayanan (waktu idle) dan biaya
(waktu) yang diperlukaan selama antri.
3.
Komponen Sistem Antrian
Komponen
dari sistem antrian terbagi atas beberapa sistem antara lain:
a.
Kedatangan
Setiap
masalah antrian melibatkan kedatangan, misalnya orang, mobil, atau panggilan
telepon untuk dilayani. Kedatangan ini sering dinamakan proses input.
Proses input meliputi sumber kedatangan atau biasa dinamakan calling
population dan cara terjadinya. Kedatangan pada umumnya merupakan
proses random. Sebagai contoh jumlah mahasiswa yang antri untuk registrasi di
sebuah perguruan tinggi sudah diketahui jumlahnya (finite), sedangkan jumlah
nasabah bank yang antri untuk setor, menarik tabungan, maupun membuka rekening
baru, bisa tak terbatas (infinte).
b.
Pelayanan
Pelayanan
atau mekanisme pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayan, atau satu
atau lebih fasilitas pelayanan. Contohnya, jalan tol dapat memiliki beberapa
pintu tol. Mekanisme pelayanan dapat hanya terdiri dari satu pelayan dalam satu
fasilitas pelayanan yang ditemui pada loket seperti pada penjualan tiket di
gedung bioskop. Di samping itu, perlu diketahui cara pelayanan dirampungkan,
yang kadang-kadang merupakan proses random.
Teori
permainan adalah suatu cara belajar yang digunakan dalam menganalisa interaksi
antara sejumlah pemain maupun perorangan yang menunjukkan strategi-strategi yang
rasional. [1]
Teori
permainan pertama kali ditemukan oleh sekelompok ahli Matematika pada tahun
1944. Teori itu dikemukakan oleh John von Neumann and Oskar Morgenstern yang
berisi :
“Permainan
terdiri atas sekumpulan peraturan yang membangun situasi bersaing dari dua
sampai beberapa orang atau kelompok dengan memilih strategi yang dibangun untuk
memaksimalkan kemenangan sendiri atau pun untuk meminimalkan kemenangan lawan.
Peraturan-peraturan menentukan kemungkinan tindakan untuk setiap pemain, sejumlah
keterangan diterima setiap pemain sebagai kemajuan bermain, dan sejumlah
kemenangan atau kekalahan dalam berbagai situasi.”
(
J. Von Neumann and O. Morgenstern, Theory of Games and Economic Behavior (3d
ed. 1953)). [2]
c.
Antri
Inti
dari analisa antrian adalah antri itu sendiri. Timbulnya antrian terutama
tergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Penentu antrian lain
yang penting adalah disiplin antri. Disiplin antri adalah aturan
keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri, misalnya, datang
awal dilayani dulu,datang terakhir dilayani dulu, berdasar
prioritas, dan secara random. Jika tak ada antrian berarti
terdapat pelayan yang nganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan.
Dalam
komponen terdapat macam-macam aturan antrian yaitu:
1. FIFO:
First in First out
Kedatangan
pelanggan pertama menerima pelayanan lebih dulu.
Contoh:
Membeli tiket bioskop
2.
LIFO: Last in First out
Kedatangan
terakhir menerima pelayanan lebih dulu.
Contoh:
pembongkaran barang dari truk
3.
Random (acak)
Penerimaan
pelayanan secara acak
Contoh:
penanganan terhadap pasien gawat di rumah sakit, pengawasan mutu barang dalam
quality control.
Model
antrian adalah model probabilistik karena unsur-unsur tertentu proses antrian
yang dimasukkan dalam model adalah variabel random. Variabel random ini sering
digambarkan dengan distribusi probabilitas
4.
Struktur Sistem Antrian
Dalam
teori antrian terdapat juga struktur sistem antrian yang memperlihatkan proses
antrian yang terjadi dalam suatu aktifitas yang dilakukan dalam kehidupan
sehari-hari. Ada 4 macam struktur dasar antrian yaitu:
1. Single Channel – Single Phase
Berarti
hanya ada satu jalur yang memasuki sistem pelayanan atau ada satu fasilitas
pelayanan. Single Phase berarti hanya ada satu pelayanan.
2. Single Channel – Multi Phase
Istilah Multi Phase menunjukkan
ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan. Sebagai contoh
pencucian mobil.
3. Multi Channel – Single Phase
Sistem Multi Channel terjadi
kapan saja dimana ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian
tunggal. Sebagai contoh adalah antrian pada tellerbank.
4. Multi Channel – Multi Phase
Setiap
sistem-sistem ini mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapnya.
Sebagai contoh, registrasi para mahasiswa di kampus, pelayanan kepada pasien di
rumah sakit pada saat pendaftaran, diagnosa, dan penyembuhan sampai pembayaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar