Kota
Cilegon adalah
sebuah kota di Provinsi
Banten,
Indonesia.
Cilegon berada di ujung barat laut pulau Jawa,
di tepi Selat Sunda.
Kota Cilegon di kenal sebagai kota industri. Sebutan lain bagi Kota Cilegon
adalah Kota Baja mengingat kota ini merupakan penghasil baja terbesar di Asia
Tenggara karena sekitar 6 juta ton baja dihasilkan tiap tahun nya di Kawasan
Industri Krakatau Steel, Cilegon. Di Kota Cilegon terdapat berbagai macam objek
vital negara antara lain Pelabuhan Merak, Pelabuhan Cigading Habeam
Centre, Kawasan Industri Krakatau Steel, PLTU Suralaya,
PLTU Krakatau Daya Listrik, Krakatau Tirta Industri Water Treatment Plant,
(Rencana Lot) Pembangunan Jembatan Selat Sunda dan (Rencana Lot)
Kawasan Industri Berikat Selat Sunda.
A.
SEJARAH KOTA
CILEGON
1. Masa Kesultanan Banten
Kota Cilegon dalam
pembentukannya mengalami beberapa masa, yang dimulai dari masa Sultan Ageng
Tirtayasa (tahun 1651 – 1672). Pada tahun 1651 Cilegon merupakan kampung kecil
dibawah kekuasaan Kerajaan Banten, pada masa itu Cilegon berupa tanah rawa yang
belum banyak didiami orang. Namun sejak masa keemasan Kerajaan Banten dilakukan
pembukaan daerah di Serang dan Cilegon yang dijadikan daerah persawahan dan
jalur perlintasan antara Pulau Jawa dan Sumatera. Sejak saat itu banyak
pendatang yang menetap di Cilegon sehingga masyarakat Cilegon sudah menjadi
heterogen disertai perkembangan yang sangat pesat.
2. Masa Hindia Belanda
Pada tahun 1816 dibentuk Districh Cilegon atau Kewedanaan
Cilegon oleh pemerintah Hindia Belanda dibawah Keresidenan Banten di Serang.
Rakyat Cilegon ingin membebaskan diri dari penindasan penjajahan Belanda.
Puncak perlawanan rakyat Cilegon kepada Kolonial Belanda yang dipimpin oleh KH.
Wasyid yang dikenal dengan pemberontakan Geger Cilegon 1888 tepatnya
pada tanggal 9 Juli 1888, mengilhami rakyat Cilegon yang ingin membebaskan diri
dari penindasan penjajah dan melepaskan diri dari kelaparan akibat tanam paksa
pada masa itu.
Pada masa 1924, di Kewedanaan Cilegon telah ada perguruan
pendidikan yang berbasis Islam yaitu perguruan Al-Khairiyah dan madrasah
Al-Jauharotunnaqiyah Cibeber. Dari perguruan pendidikan tersebut melahirkan
tokoh-tokoh pendidikan yang berbasis Islam di Cilegon. Pada masa kemerdekaan,
dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia rakyat Cilegon telah
menunjukan semangat juangnya. Jiwa patriotisme rakyat Cilegon dan Banten pada
umumnya dizaman revolusi fisik mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Republik
Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 telah ditunjukan dan terkenal dengan
Tentara Banten.
3. Masa Orde Lama dan Orde Baru
Memasuki era 1962, di Clegon berdiri pabrik baja Trikora yang
merupakan babak baru bagi era industri wilayah Cilegon. Industri baja Trikora
berkembang pesat setelah keluar Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 1970
tanggal 31 Agustus 1970 yang mengubah pabrik baja Trikora menjadi pabrik baja
PT. Krakatau Steel Cilegon berikut anak perusahaannya.
Perkembangan industri yang pesat di Cilegon berdampak pula
terhadap sektor lainnya seperti perdagangan, jasa, dan jumlah penduduk yang
terus meningkat. Mata pencaharian penduduk Cilegon yang semula sebagian besar
adalah petani berubah menjadi buruh, pedagang, dan lain sebagainya.
PT. Krakatau Steel telah mendorong pembangunan dan perkembangan
yang sangat pesat bagi wilayah Cilegon, yang akhirnya mempengaruhi kondisi
sosial budaya dan tata guna lahan. Daerah persawahan dan perladagan menjadi
daerah industri, perdagangan, jasa,
Transportasi dan perumahan serta pariwisata. Keadaan tersebut
menggambarkan Cilegon sebagai kota kecil yang memiliki fasilitas kota besar.
Akibat daripada itu, sejalan dengan tuntutan budaya kota, maka dibutuhkan
tuntutan kehidupan masyarakat kota serta memerlukan pembinaan dan pengaturan penyelenggaraan
perkotaan.
Menurut Pasal 3 Peraturan Pemerintah No.40 tahu 1986, bahwa Kota
Administratif Cilegon berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Pemerintah
Kabupaten Serang, baik dalam penyelenggaraan pemerintah maupun keuangan.
Aspirasi yang bekembang dalam lingkup Kotif Cilegon disalurkan melalui
wakil-wakil yang ditunjuk atau ditugaskan sebagai anggota DPRD tingkat II
Kabupaten Serang.
Sebagai pusat pelayanan bagi wilayah Banten dan sekitarnya baik
pelayanan jasa koleksi maupun distribusi, pertumbuhan masyarakat Cilegon sangat
ditopang oleh adanya perkembangan industri dan perdagangan. Sebagai pusat
pertumbuhan, Cilegon memberikan kontribusi multiplier effek terhadap
hinterland-nya dalam mengoleksi hasil-hasil produksinya dan demikian pula sebaliknya,
yaitu mendistribusikan hal-hal yang dibutuhkan daerah hinterland tersebut.
Untuk melayani kebutuhan tersebut perlu aparat yang memadai setingkat dengan
Daerah Tingkat II.
Dalam perkembangannya Kota Cilegon telah memperlihatkan kemajuan
di berbagai bidang baik pembangunan fisik, sosial, dan ekonomi yang cukup
pesat. Perkembangan ini tidak terlepas dari struktur kota yaitu sebagai pintu
gerbang Jawa – Sumatera dan perkembangan Industri Strategis Nasional di Wilayah
Cilegon yang diikuti perkembangan pusat perdagangan, jasa, industri,
pariwisata, dan pemukiman. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan dan
pengembangan sarana dan prasarana di wilayah Cilegon.
Perkembangan dan kemajuan Kota Administratif Cilegon tersebut
tidak saja memberikan dampak berupa kebutuhan peningkatan pelayanan di bidang
pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, tetapi juga memberikan gambaran
mengenai dukungan, kemampuan, dan potensi wilayah untuk menyelenggarakan
otonomi daerah. Dengan demikian untuk lebih meningkatkan daya guna dan hasil
guna penyelenggaraan pemerintahan, serta pelaksanaan pembangunan dan pelayanan
kepada masyarakat, dipandang perlu Kota Administratif Cilegon dibentuk Kota
Madya daerah Tingkat II Cilegon.
B.
Geografis
Berdasarkan
letak geografisnya, Kota Cilegon berada dibagian paling ujung sebelah Barat
Pulau Jawa dan terletak pada posisi : 5°52'24" - 6°04'07"
Lintang Selatan (LS), 105°54'05" - 106°05'11" Bujur Timur (BT) Secara
administratif wilayah berdasarkan UU No.15 Tahun 1999 tentang terbentuknya
Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon pada
tanggal 27 April 1999, Kota Cilegon mempunyai batas-batas wilayah sebagai
berikut:
·
Sebelah Utara: berbatasan dengan
Kecamatan Bojonegara (Kabupaten Serang)
·
Sebelah Barat: berbatasan dengan selat sunda
·
Seblah Selatan: berbatasan dengan
Kecamatan Anyer dan Kecamatan Mancak (Kabupaten Serang)
·
Sebelah Timur: berbatasan dengan
Kecamatan Kramatwatu tepat di wilayah serdang (Kabupaten Serang)
Cilegon
memiliki wilayah yang relatif landai di daerah tengah dan pesisir barat hingga
timur kota, tetapi di wilayah utara cilegon topografi menjadi berlereng karena
berbatasan langsung gunung batur, sedangkan di wilayah selatan topografi
menjadi sedikit berbukit-bukit terutama wilayah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Mancak.
Kota ini memiliki wilayah strategis yang
berhubungan langsung dengan selat sunda, dan terhubung dengan jalan tol Jakarta
- Merak. Selain itu rencana pembangunan jembatan selat sunda yang
nantinya akan terkoneksi dengan jalan lingkar selatan Kota Cilegon menambah
tingkat konektivitas Kota ini dengan daerah lain di sekitarnya.
C.
Iklim
Kota Cilegon mempunyai iklim tropis
dengan suhu rata-rata 22 °C-33 °C, curah hujan maksimum terjadi pada
bulan Desember-Februari dan minimum pada bulan Juli-September. Menurut
klasifikasi iklim Koppen, pada awalnya iklim di Kota Cilegon termasuk dalam
Iklim Hutan Basah Tropis tetapi semakin dengan pesatnya perkembangan Kota
Cilegon jumlah tutupan Hijau di Kota ini menjadi sangat berkurang sehingga
mengubah jenis tutupan permukaan di wilayah Kota Cilegon.
D.
Pemerintahan
Perkembangan
Pemerintahan
Berdasarkan
pasal 72 ayat (4) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok
Pemerintahan di Daerah, Cilegon sudah memenuhi persyaratan dibentuknya Kota
Administratif. Atas usul Pemerintah Daerah Tingkat II Serang
No.86/Sek/Bapp/VII/84 tentang usulan pembentukan Kota Administratif Cilegon dan
atas pertimbangan yang obyektif, maka dikeluarkan Peraturan Pemerintah No.40
Tahun 1986 tanggal 17 September 1986, tentang Pembentukan Kota Administratif
Kota Cilegon. Juga ditetapkan luas Kota Cilegon adalah 17.550 Ha yang meliputi
3 (tiga) wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Pulo Merak, Ciwandan, Cilegon dan 1
(satu) Perwakilan Kecamatan Cilegon di Cibeber. Sedangkan Kecamatan Bojonegara
masuk wilayah kerja pembantu Bupati Wilayah Kramatwatu.
Di
dalam Undang-Undang No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah
disebutkan bahwa syarat-syarat pembentukan daerah otonom mengikuti kemampuan
ekonomi, jumlah penduduk, luas wilayah, pertahanan dan keamanan, politik, serta
persyaratan tambahan lainnya.
Berdasarkan
PP No. 3 Tahun 1992 tertanggal 7 Februari 1992 tentang Penetapan Perwakilan
Kecamatan Cibeber, Kota Administratif Cilegon bertambah menjadi 4 (empat) Kecamatan
yaitu Pulomerak, Ciwandan, Cilegon dan Cibeber.
Dengan
ditetapkannya dan disahkannya UU No. 15 tahun 1999 tanggal 27 April 1999
tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah
Tingkat II Cilegon, status Kota Administratif Cilegon berubah menjadi Kotamadya
Cilegon, dengan duet kepemimpinan Drs. H. Tb. Rifai Halir sebagai Pejabat
Walikota Cilegon dan H. Zidan Rivai sebagai Ketua DPRD Cilegon.
E.
Pembagian Administratif
Berdasarkan
administrasi pemerintahan, Kota Cilegon memiliki luas wilayah ±17.550 Ha
terbagi atas 8 (delapan) Kecamatan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No.15
Tahun 2002 Tentang Pembentukan 4 (empat) Kecamatan baru, wilayah Kota Cilegon
yang semula terdiri dari 4 (empat) kecamatan, yaitu Kecamatan Cilegon,
Kecamatan Cibeber, Kecamatan Ciwandan, dan Kecamatan Pulomerak, selanjutnya
dibagi menjadi 8 (delapan) Kecamatan, yaitu :
·
Kecamatan Cilegon
·
Kecamatan Ciwandan
·
Kecamatan Pulomerak
·
Kecamatan Cibeber
·
Kecamatan Grogol
·
Kecamatan Purwakarta
·
Kecamatan Citangkil
·
Kecamatan Jombang
Tempat
tinggal Aku termasuk dalam Kecamatan grogol, yang beralamat di kp. Ciora gede
Kec-Grogol Kel-Grogol kota Cilegon-Banten. Kampung ciora ini banyak sekali bagian
nya ada ciora waseh, ciora gede, ciora wetan, ciora kawista, ciora tengah dan
ciora jaya. Budaya yang tercipta di kampug ku khusus nya merupakan budaya
campuran (mestizo) tetapi secara umum budaya mereka merupakan budaya Jawa
Banten dengan pencampuran unsur sunda yang sangat kental dengan pengaruh
keislaman.
Mata pencaharian yang ada di kampung ku bermacam-macam
ada yang menjadi guru, pegawai/karyawan, petani, pedagang dll. Tetapi yang
paling menonjol adalah pegawai/karyawan.
Produk budaya masyarakat cilegon
antara lain tarian Bendrong Lesung, Patingtung Bambu, Pencak Silat Khas
Cilegon, Rampak Bedug dan Ubrug.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar