Air
adalah unsur dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Mengalir, beriak, bergelombang dan menjadi sumber kehidupan dari segala hal
yang hidup. Air adalah Ibu dari segala fenomena alam pun sering dijadikan
sebagai paradoks kehidupan umat mausia.
Hiduplah
seperti air. Mengalir dan bergelombang dengan tenang. Menjadi sumber kehidupan
segala hal yang hidup. Tetapi, harus hati-hati dengan air, sebab jika air
dibendung, ia mampu meratakan apapun yang dilewatinya. Hiduplah seperti air
yang membentuk sesuai wadah air itu sendiri.
Terdapat
enam sifat dasar air yang sering kali dijadikan sebagai salah satu sumber
pengalaman dan pengetahuan bagi manusia yang umumnya dilakukan oleh ahli
filsuf.
Pertama, Air selalu mengalir menuju
tempat yang rendah.
Hal
ini dapat di analogikan dengan sifat manusia yang selalu rendah hati. Semakin
banyak ilmu, semakin banyak memberi dan selalu ingin memberikan manfaat
terhadap lingkungan yang dilaluinya.
Kedua,
Air selalu menempati segala jenis ruangan.
Sifat kedua ini sering disebut
Flexible. Hal ini bukan menandakan bahwa air itu tidak konsisten atau tidak
punya pendirian karna selalu mengikuti bentuk wadah mereka. Sifat ini
membuktikan bahwa air mampu beradaptasi dengan sangat baik.
Ketiga,
Air selalu mencari celah untuk menuju tempat yang lebih rendah.
Hal ini mencerminkan ketegasan dan
pantang menyerah dalam berbuat kebaikan. Air yang telah mengalir ke tempat
tujuannya tidak akan pernah mundur lagi Akan tetapi tegas bukan berarti keras,
terbukti dengan kemampuannya yang dapat melubangi batu besar hanya dengan
tetesan demi tetesan yang tidak sekeras batu dan tetesan yang tidak
menyakitkan. Ini juga menggambarkan sifat yang tidak pernah lelah dan bosan
untuk menggapai sebuah impian.?
Keempat,
Air selalu menyejukkan dan memadamamkan.
As we know, kebakaran tidak dapat dipadamkan dengan api. Sama halnya
dengan permasalahan yang dihadapati dengan kepala panas, will be nothing
bahkan bertambah ruwet. Hal inilah yang diajarkan oleh air yang selalu
menyejukkan segala hal. Orang yang sedang panas (emosi) harus dihadapi dengan
kepala dingin dan hati yang sejuk.
Kelima,
Air dapat melembekkan tanah.
Artinya, sifat air yang satu ini
dapat melembutkan hati yang keras, merilexkan suasana yang tegang dan tidak
nyaman, mengatasi fikiran yang bingung dan melembekkan segala permasalahan.
Terakhir,
Air selalu mengalir ke muara.
Tak peduli seberapa jauh jaraknya
dari muara, air pasti akan tiba di sana. Bukan gambaran hidup pasrah dan
serampangan, akan tetapi justru kita diajarkan untuk hidup fokus dan konsisten
pada visi dan tujuan dengan waktu tempuh yang panjang dan hambatan yang beragam
menuju muaranya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar